Apakah Program 1000 Desa Pemerintahan Jokowi Untuk Daulat Petani ataukah Daulat Korporasi Agro-Bisnis?

Bagikan artikel ini

Komentar Pembaca tentang artikel Hendrajit bertajuk:

Amerika Serikat Manfaatkan Proyek GMO untuk Kuasai Monopoli Sektor Pertanian Indonesia

Tentang Daulat Benih .Tulisan Hendrajit di Global Review tentang upaya pemerintah Amerika Serikat  dalam memonopoliti sektor pertanian melalui Proyek Genetically Modified Organism (GMO), menarik untuk dicermati lebih mendalam.  Sebab artikel Hendrajit tersebut menyorot potensi ancaman Proyek GMO terrhadap eksistensi(keberadaan)  benih lokal petani, pupuk maupun obat-obatan tanaman alami (agro-ekologi) sekaigus dalam menciptakan ketergantungan ekonomi petani kepada korporasi penguasa pasar benih

Dalam prakteknya,  nampaknya berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian Indonesia harus memantau dan mengawasi apakah dalam program 1000 desa yang dicanangkan pemerintahan Presiden Jokowi, petani benar-benar berdaulat dalam menentukan benih.

Apakah program 1000 desa Presiden Jokowi menjadikan desa telah daulat dalam menentukan benih lokal ataukah malah korporasi-korporasi global yang menentukan pembibitan dan pembenihan terhadap para petani local Indonesia.

Bila yang  berdaulat benih adalah korporasi global agro-bisnis maka yang terjadi adalah petani kembali hanya sebatas menjadi buruh produksi benih.

Adi YS, Pegiat Sosial-Budaya, tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Facebook Comments