» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Bedah Buku
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------


Banyak kalangan yang mempertanyakan apakah sebenarnya sebagai agama yang besar dan benar Islam juga menghargai pluralitas atau pluralisme ? Sebuah pertanyaan besar yang dalam dan strategis dampaknya. Pertanyaan berasal dari banyak kalangan yang juga mempercayai bahwa pluralisme dan liberalisme dipandang sebagai ramuan mujarab untuk menuntaskan masalah kecemburuan agama (religious zeal) secara moral praktis. Pertanyaan tersebut dapat dijawab secara tuntas apabila Anda membaca buku tulisan Gamal Al Banna yang notabene adalah adik kandung pendiri organisasi Ikhwanul Muslim Mesir, Hassan al Banna.

Dalam kata pengantarnya, Azyumardi Azra mengatakan, Gamal Al Banna sebenarnya ingin mempertegas bahwa mengakui adanya pluralitas dalam masyarakat berarti penegasan kepada prinsip utama Islam yaitu tauhid kepada Allah SWT. Penolakan terhadap pluralitas berarti pengingkaran kepada ketauhidan Allah SWT. Jadi, pengakuan terhadap pluralitas berarti pengakuan terhadap adanya masyarakat (Muslim) yang bukan berwajah tunggal, monoton, involutif dan stagnan, melainkan plural dan beraneka ragam serta dinamis.

Perspektif teologi Islam tentang kerukunan hidup apalagi antar umat beragama, berkaitan erat dengan doktrin Islam mengenai hubungan antara sesama manusia. Islam pada esensinya memandang manusia dan kemanusiaan secara sangat positif dan optimis. Menurut Islam, manusia berasal dari satu asal yang sama, keturunan Adam dan Hawa. Meski berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi kemudian manusia menjadi bersuku-suku, berkaum-kaum atau berbangsa-bangsa, lengkap dengan kebudayaan dan peradaban khas masing-masing seperti diisyaratkan Allah SWT di dalam Al Qur’an.

Pengakuan dan penerimaan al Banna terhadap konsep pluralitas masyarakat dapat mendorong kita untuk hidup berdampingan yang mendatangkan rahmat, bukan tindakan teror dan anarkis.

Menurut Gamal al Banna, Al Qur’an terhitung paling banyak mengungkap masalah pluralisme. Betapa banyak kata-kata ikhtalafa (perbedaan) dalam Al Qur’an seperti ikhtalafa, ikhtalaftum, ikhtalafu, takhtalifun, khilaf, ikhtilaf dan mukhtalaf. Ini semua menunjukkan adanya medan perbedaan yang cukup luas, dengan begitu berarti pluralisme. Kaidah-kaidah penopang pluralisme seperti : pertama, nash-nash yang menyatakan Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasangan, dan dengan demikian otomatis menafikan faham ketunggalan masyarakat (QA Yasin : 36, QS Fathir : 11, QS Asy-Syu’ra : 26, QS. Adz-Dzariyat : 49). Kedua, penetapan prinsip derajat kebaikan yang menjelaskan adanya perbedaan antar pemilik derajat tersebut. Ini berarti pluralisme. Al Qur’an menggunakan kata darajat untuk membedakan golongan-golongan yang menghampar di kalangan umat Islam (QS an Nisa : 95, QS Al An’am : 123 dan 165, QS at Taubah ; 20 dan QS Az Zuhruf : 32). Ketiga, adanya penetapan prinsip berlomba dalam kebajikan, hal ini menyangkut kebebasan individu dan tanpa penyeragaman (QS. Al Baqarah : 148, al Maidah 48, at Taubah 100, Fatir 32 dan al Hadid 21). Keempat, penetapan prinsip pembelaan (at Tadafu’) yang memiliki implikasi lebih kuat dibandingkan prinsip berlomba-lomba dalam kebajikan (QS al Baqarah 251 dan al Haj 39-40). Kelima, penetapan prinsip kebebasan berkeyakinan (QS al Baqarah 256, Yunus 108, al Isra’ 15 dan al Kahfi 29) (halaman 11).

Sikap plural juga ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat mensholati gembong munafik, Abdullah bin Ubei. Hal ini tidak lain adalah bukti nyata kebesaran Islam yang mengajarkan pluralisme dalam bermasyarakat, yaitu menerima sikap baik yang ditampakkan dengan tidak mempersoalkan apa yang tersimpan dalam hati seseorang (halaman 15).

Islam memberikan sikap bisa menerima semua agama yang ada, serta memberi kebebasan kepada pemeluk semua agama untuk menjalankan ajaran agama mereka tanpa halangan. Dengan kebebasan beragama yang diajarkan Islam, sebenarnya posisi kaum Kristiani dan Yahudi justru diuntungkan (halaman 23).

Menurut Gamal al Banna, keberadaan ketiga agama samawi (Islam, Yahudi dan Kristen) diibaratkan secara sederhana seperti sebuah keluarga, dimana anak-anaknya mengerti aturan berinteraksi, memberi, meminta dan mengerti atas haknya masing-masing. Mereka harus mengerti tata krama dalam berbeda pendapat, yang mestinya mereka juga saling melengkapi atas kekurangan saudaranya yang lain. Seperti adanya agama Yahudi dengan ketauhidannya yang keras, agama Kristen dengan ajaran cinta dan kasihnya dan Islam dengan keadilannya, seharusnya semua itu bisa membentukn semua tatanan yang diharapkan dan saling melengkapi di alam ini (halaman 24).

Beberapa ayat al Qur’an juga memperkuat adanya kebebasan berkeyakinan, dengan menerima kehadiran agama lain dan menyerahkan urusan perbedaan yang ada kepada Allah SWT (QS al Baqarah 62 dan 113, QS Al Imran 84, QS Hud 118-119, QS Saba’ 24-25, QS al Kafirun 1-6). Manakala orang-orang Yahudi begitu bengis dan fanatis menentang Rasullah, Al Qur’an mengakui keunggulan moral sebagian mereka seperti dalam QS  Ali Imran 75, 113-115 dan 199 serta QS al Maidah 83. Al Qur’an menolak saat orang-orang Yahudi meminta Nabi Muhammad SAW untuk menjadi hakim diantara mereka (QS al Maidah 43). Al Qur’an juga berbicara mengenai Injil (QS al Maidah 46 dan 47) (halaman 39)

Menurut lelaki kelahiran 15 Desember 1920 di al Mahmudiah, Alexandria, Mesir ini,  selama dasar pluralisme yaitu kebebasan bisa diterima, maka pandangan Islam terhadap pluralisme tidak berbeda dengan pandangan yang ada pada non Islam (halaman 90).


Dibaca : 733


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »