» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Bedah Buku
Pengarang : Hendrajit, Dkk
Japanese Militarism : Japan, Between Love And Resentment

A book entitled Japanese Militarism and Its War Crimes in Asia Pacific Region (Hendrajit, ed) was recently sent to me, by the publisher, The Global Future Institute. No doubt, this book made me re-think and recollect my trip to Japan in 1996. At that time, I was warmly received by Japanese families who became my host, invited to travel to various places, and bought souvenirs. The psycological effect of my short visit is that it is hard to imagine that the Japanese people were cruel ones, perpetrators of the massacre of our ancestors, raping Indonesian girls, making them as prostitutes and enslaving our grandfathers to work on various projects.


Pengarang : Ali Azhar Akbar
"Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie"

Enam (6) tahun sudah semburan lumpur panas Lapindo terjadi. Namun penanganan dan penyelesaiannya hingga kini masih buram. Penyelesaian ganti rugi terhadap korban pun hingga kini belum terlunasi. Persoalan sosial dan lingkungan yang juga tidak terentaskan. Semburan lumpur panasnya juga tidak tertangani, padahal umur semburannya diperkirakan berumur 30 tahun. Sehingga bertambah waktu, juga bertambah luas wilayah terdampaknya serta bertambah  kerugian yang akan ditanggung.

Ironisnya, negara melalui APBN-lah yang turut menanggung kerugian. Setidaknya, sejak 2006 sampai 2012, anggaran yang telah dialokasikan melalui APBN telah mencapai Rp. 7,079 triliun.  Adapun perusahaan yang terkait semburan lumpur panas ini, sampai kini belum tersentuh jalur hukum,  sementara  keterlibatannya dalam proses ganti rugi agaknya hanya “charity” semata.


Pengarang :
Ini Bukan Perangku

Memegang buku ini, kita seolah memegang buku yang dicetak dari masa lalu, atau serasa berada di masa lalu itu sendiri. “Kulit” ini tentu dihasilkan bukan tanpa pertimbangan. Pihak penerbit tahu benar bagaimana harus mengemasnya. 

Dengan cerita yang mengambil setting masa lalu, kiranya hanya dengan tampilan “kuno” seperti inilah “Ini Bukan Perangku” pantas disajikan. Perhatikan tata letak keseluruhan pada sampul depan, halaman dalam, dan sampul belakang. Juga foto yang ditampilkan.

Novel ini mengambil setting antara tahun 1955 hingga 1960, melalui kacamata seorang perempuan bernama Dainar Wahid (kelahiran Indrapura, Sumatra Barat, 1934). Dari masa revolusi fisik yang diwarnai pemberontakan PRRI Permesta, hingga masa ketika komunisme mulai kuat bercokol di negeri ini. 


 


Pengarang :
Japanese Militarism And Its War Crimes in Asia Pacific Region

It is for the second time Global Future Institute will publish a book entitled Japanese Militarism and its War Crimes in Asia Pacific Region. The book is expected to launched in the second week of September 2011 in Bandung.  The 200 page book will be published in English with the objective of disseminating information and ideas to the much broader readership at home and abroad, as well as policy makers related the issues presented in our book. 

On this book project, Hendrajit as a principal writer will be accompanied by several experts who have dedicated their activities to study and write issues related to the Dark History of Japanese militarism and its war crimes in the World War II such as DR Albert B. Jansen MBA, associate Professor at the University of Yang En, Quanzhou, Fujian Province, China.


Pengarang : Hendrajit dkk
Japanese Militarism And Its War Crimes in Asia Pacific Region

Untuk kali kedua Global Future Institute kembali akan menerbitkan sebuah buku. Dimana buku tersebut akan diterbitkan pada minggu II September 2011. Dan apabila tidak ada halangan buku ini akan di launching di Bandung, dengan waktu yang masih tentatif. Buku yang berjumlah + 200 halaman ini, memang sengaja diterbitkan dalam versi bahasa Inggris, dengan tujuan menyebarkan informasi dan gagasan dari Global Future Institue secara lebih meluas kepada para pembacanya yang berada di manca negara serta tentunya kepada para pengambil kebijakan pemerintahan negara-negara lain yang berkepentingan terhadap isi buku ini.


Pengarang : Rijal Mumazziq Z
Salafi-Wahabi: Khawarij Gaya Baru?

“Keterangan tentang pengikut Muhammad Ibn Abdil Wahab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa ajaran mereka saja kaum muslimin. Sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulama’nya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka, dan dikuasai oleh tentara kaum muslimin ada tahun 1233 H” (al-Imam Muhammad Amin Affandi/ Ibn Abidin, Hasyiyah Radd al-Mukhtar ala durr al-Mukhtar, juz 4, hal. 262 )

------


Pengarang : Chairil Gibran Ramadhan
Sebelas Colen Di Malam Lebaran

“Sastra di tangan CGR bukan saja sebagai belles letters (tulisan indah), lebih jauh lagi sebuah karya yang dapat mengantarkan kepada sejarah sosial Betawi-Jakarta di suatu periode dalam keanekaan budaya dan masyarakatnya.” (JJ Rizal, Peneliti Sejarah & Sastra)

Buku terbitan Masup Jakarta ini berisi 17 cerpen bernuansa Betawi dari kurun waktu cerita tahun 1800-an hingga 2000-an. Tema yang ditampilkan beragam, dari kisah jawara, penggusuran, kejatuhan Lenong Betawi, “pelurusan” atas mitos Maryam si Manis Jembatan Ancol, termasuk memudarnya tradisi-tradisi di tengah masyarakat Betawi. Judul diambil dari cerpen "Sebelas Colen" dan "Malam Lebaran".

Tidak seperti cerita bernuasa Betawi lain yang identik dengan humor dan silat, antologi karya anak Betawi Pondok Pinang ini begitu serius, dengan tema-tema yang selama ini tidak disentuh penulis Betawi lain, dengan ruh dan atmosfir Betawi dalam latar kejelasan antropologis, sosiologis, dan psikologis yang kuat. Karyanya selain bergaya realis, juga surealis, dan menyentuh wilayah mitos, folklore, sejarah, budaya, bahkan politik. CGR melengkapi karyanya dengan 157 catatan kaki sebagai penjelas dalam hal perbedaan sub-dialek Betawi Tengah dengan Betawi Pinggir, perbedaan Lenong dengan Topeng, sejarah, seni-budaya, agama, hingga resep makanan.



Pengarang : Efatino Febriana
Kartini Mati Dibunuh: Membongkar Hubungan Kartini dan Freemason

Penerbit : Navila Idea Yogyakarta

Cetakan : 1, 2011 

Tebal : 128 halaman

Tradisi surat-menyurat merupakan tradisi manusia modern pada abad ke-19 dan ke-20. Dari surat-menyurat itulah, peradaban Eropa dirakit hingga begitu hebatnya. Tradisi surat-menyurat menjadikan sebuah peradaban maju menggapai spirit pengetahuan. Itulah yang telah dilakukan Kartini untuk menunjukkan eksistensi kemodernannya. Kartini tak pernah menulis buku, tetapi dia selalu berkorepondensi bersama para bangsawan cerdik yang memberikan informasi dan pengetahuan yang besar terhadap Kartini. Tak disangka, arsip surat-menyurat yang tersimpan itu diterbitkan. Nama Kartini kemudian menjadi perbincangan besar yang membuatnya sebagai tokoh perempuan yang dikagumi pada zamannya, bahkan sampai sekarang.

 

 


Pengarang : Hendri F Isnaeni
Indonesia, Wikileaks, dan Julian Assenge

Sedari awal telah diketahui bahwa WikiLeaks memiliki 3.095 kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dan 167 dari Konsulat Jenderal AS di Surabaya. Dari semua dokumen itu, 1.510 buah berkategori bukan rahasia, 1.451 buah kategori konfidensial, dan 98 buah kategori rahasia. Dokumen itu mulai dari pemerintahan Soeharto pada 19 November 1990 sampai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Februari 2010. Pada 7 Februari 2009, WikiLeaks merilis 6.780 laporan Layanan Riset Kongres AS (Congressional Research Service), beberapa di antaranya tentang hubungan AS-Indonesia.


Pengarang : Wawan Tunggul Alam
Di Bawah Cengkeraman Asing

Pernahkah Anda menyadari, dari bangun tidur, beraktivitas, hingga tidur lagi, semuanya telah dikuasai perusahaan asing?

Melalui buku ini telah digambarkan bagaimana dominasi asing begitu kuat menguasai kehidupan kita. Tidak saja dari mulai kehidupan kita sehari-hari, tapi juga penguasaan di bidang industri (pertambangan, perkapalan, telekomunikasi, perbankan, dll), sampai penguasaan BUMN, bahkan juga masalah budaya, dan sederet persoalan lainnya. Kalau mau disebut satu per satu ketergantungan kita terhadap perusahaan asing tentunya bakal panjang daftarnya, dan memalukan.

Buku ini hanyalah teriakan kecil dari seorang anak bangsa yang sangat mencintai tanah airnya. Dan, buku ini tidak ada hubungannya dengan pilpres.



PREVIOUS   1234   NEXT

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »