Beragam Komentar Pembaca The Global Review tentang Ketegangan AS-Iran

Bagikan artikel ini

Berbagai komentar pembaca the Global Review terkait artikel yang ditulis Hendrajit berjudul :

Penembakan Pesawat Drone AS RQ-4 Global Hawk, Rusak Skenario Perang Ekonomi Presiden Trump 

Erawan Yusron, Pemerhati Perkembangan Dunia internasional, tinggal di Jakarta.

Gambar mungkin berisi: Erawan Yusron, anak dan dalam ruangan

Presiden Donald Trump mengakui ada tekanan dari tim keamanan Amerika termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Direktur CIA Gina Haspel yang menghasutnya untuk menyerang Iran.

“Orang-orang ini ingin mendorong kita ke dalam perang, dan itu sangat menjijikkan. Kita tidak perlu perang lagi,” kata Presiden Donald Trump sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal dan dikutip Sputnik Minggu 23 Juni 2019.

Nina Mussolini-Hansson, wartawan senior dan pengusaha. Tinggal di Swedia.

Gambar mungkin berisi: 4 orang

Dulu saya pernah bilang ke teman eks wartawan yang kini tinggal di USA, kalau Donald Trump jadi presiden mungkin untungnya dia tidak akan melancarkan invasi militer ke negara lain.  Kenapa? Karena  dia pengusaha. Pengusaha biasanya berhitung untung ruginya njelimet sekali.

Apalagi Trump ini  pengusaha properti. Mungkin dia bayangin bangun properti dengan susah payah, kok habis itu dibom. Untuk pebisnis macam dia, tidak jelas tidak masuk akal.

Andi Hakim, pemerhati sosial-budaya. Tinggal di Singapura.

Gambar mungkin berisi: 2 orang

Bagaimana sikap Arab Saudi terhadap ketegangan antara AS dan Iran pasca jatuhnya pesawat Drone milik AS tersebut? Menurut saya Arab Saudi menghadapi double security dilemma. Arab Saudi sekarang sedang payah keuangannya karena tersedot untuk berperang melawan front Suriah, maupun bertikai dengan Qatar dan front Yaman. Sedangkan pencapaiannya  di kedua front tersebut tidak tercapai sama sekali. Jika kemudian timbul konflik dengan Iran makin susah mereka.

 Oh ya, terkait penerbangan pesawat Drone AS di atas perairan Selat Hormuz, maka kalua itu benar,  berarti tidak ada internasional zone di Selat Hormuz. Keduanya milik Iran atau Oman. Setiap vessel yang lewat harus memberitahu dan memperoleh izin otorita baik Iran maupun Oman.

Facebook Comments