Campur Tangan AS di Xinjiang, untuk Memotong Kebijakan Obor Jalur Sutra dan Mempersempit Ruang Gerak Komunis Cina

Bagikan artikel ini

Bukti nyata sekali lagi bahwa di mana ada adzan berkumandang distu wilayah kaya sumber daya alam. Demikian pula Xinjiang. Kalau Amerika ikutan ke Xinjiang itu pasti bukan karena minyak. Melainkan karena di Amerika sendiri berlimpah limpah potensi energi baru shale oil nya yang dalam lima tahun mendatang akan menjadi raksasa energi dunia baru baik untuk dalam negeri maupun ekspor dan menggantikan ketergantungan minyak mentah AS yang sudah dipakai sebagai sumber energi selama kurun waktu 50 belakangan ini .

Ketiadaan kepentingan lebih lanjut akan minyak ini lah menurutku menjadi alasan mengapa Amerika tarik tentaranya dari Suriah dan negara negara Timur Tengah yang kaya minyak.

Maka itu bila alasan  AS ikut campur karena kayanya SDA migas di Xinjiang  aku tidak terlalu yakin. Bahkan tidak sependapat.

Kalau memang benar AS ikut campur urusan Xinjiang menurutku malah sikap politik luar negeri AS yang dipimpin Presiden Trump dari Partai Republik yang memang sudah berubah. Lebih pada upaya memotong jalur sutera OBOR nya Cina. Dan mempersempitt pengaruh komunisme Cina .

Sekaligus menjadi mata-rantai terdepan AS atas perkembangan Cina daratan .. disamping di Hongkong yang walau sudah dilepas Inggris namun negara barat telah berhasil menciptakan api dalam sekam antara cantonise (sebutan untuk orang hongkong) dan chinese (sebutan untuk orang cina daratan) yang pada suatu saat proxi hongkong dapat dipergunakan kembali untuk menghancurkan pemerintaan cina daratan (tiongkok) dari dalam.  Karena itu hingga kini orang-orang Hongkong selalu anti cina.. demikian pula yang terjadi pada Uighur.

Adi Ketu, pegiat sosial-ekonomi, tinggal di Jawa Barat.

Facebook Comments