» Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I) » Melacak Jejak Para Taipan Indonesia Investasi di Daratan Cina » Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua » Indonesia Gagas Gelar Patroli Bersama Untuk Redam Konflik di Laut Cina Selatan » Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag II)


Analisis
21-12-2009
Peralatan Militer Indonesia: Kapal Selam
Kelas Kilo, Jenis Kapal Selam Yang Tepat Bagi Indonesia
Penulis : M. Ali Haroen

Tidak semua jenis kapal selam ideal bagi perairan Indonesia.  Kapal selam yang ideal antara lain berukuran tidak terlalu besar seperti kelas Los Angeles dari US Navy, atau terlalu kecil seperti kelas Vastergotland dari Swedia.


Berarti, yang tepat  kelas menengah seperti kelas Type-209/1300, kelas Kilo, kelas Agosta, atau kelas Upholder.

Combat system-nya minimal harus setara dengan kapal selam yang dimiliki oleh negara tetangga, atau sedapat mungkin lebih canggih.  Dilengkapi dengan persenjataan yang modern dengan daya hancur tinggi.

Dewasa ini yang cukup santer dikaji oleh Indonesia adalah Kapal selam kelas Kilo yang sudah dimodifikasi, buatan Rusia (Project 636), kelas Type-209 (Changbogo) dari Korea Selatan, Type-209 Jerman, dan kelas Scorpene dari Perancis.

 

MEMERLUKAN SARANA PENDUKUNG

Kehadiran kapal selam tentunya memerlukan sarana pendukung yang memadai.  Terutama sarana pangkalan, karena ciri yang khusus dari kapal selam dan berbeda dengan kapal permukaan.  Kapal selam sebaiknya memiliki pangkalan yang khusus dengan rancang bangun yang berbeda dengan pangkalan kapal permukaan.  Tentunya hal ini akan memerlukan alokasi anggaran yang tidak sedikit. 
Kembali kepada konsekuensi sebagai Negara kepulauan, apakah kita memerlukan kehadiran kekuatan angkatan laut yang kuat dan disegani?

Menjadi tugas pihak yang berwenang dalam penyusunan kekuatan tempur TNI AL dalam membuat perencanaan agar tercapai kesiapan organisasi, personel dan peralatan.  Sehingga penyusunan rancang kemampuan menuju kekuatan minimum yang esensial dapat dicapai untuk menghadapi tugas-tugas pokok dalam menghadapi berbagai ancaman actual diwilayah laut maupun dalam mendukung misi tugas TNI AD dan TNI AU.

Adapun sekilas keberadaan kekuatan kapal selam yang berada di sekitar Indonesia antara lain:

MALAYSIA

Scorpene – DCNS Perancis

Scorpene memiliki keunggulan antara lain; teknologi yang sudah mutakhir, didukung dengan persenjataan yang memadai seperti rudal Sm-38 Exocet (enam peluncur rudal), 21 tabung torpedo  untuk meluncurkan torpedo jenis “Black Shark” (Advanced Heavyweight Torpedo) jenis SUT/Surface and Underwater Torpedo.  Persenjataan dikendalikan dengan Advanced Combat System (ACS).  ACS memungkinkan kendali persenjataan bekerja bersama dengan rangkaian perangkat sensor secara simultan, hal ini berpengaruh terhadap penanganan persenjataan lebih cepat, senyap dan fleksibel. Dengan sistem ini setiap tabung peluncur dapat meluncurkan rudal dengan aman dan senyap di kedalaman laut.  Didukung dengan SUBTICS (Submarine Tactical Integrated Combat System).

SINGAPURA
Aangkatan Laut Singapura antara lain memiliki kapal selam jenis kelas Challanger (refit eks-kelas  Sjöormen Swedia).  Dan, kelas Archer (aslinya dari kelas Västergötland, dan akan direfit menjadi kelas standar Södermanland dari Swedia).

AUSTRALIA
Memiliki enam unit kapal selam kelas Collins type 471 yang khusus dirancang oleh galangan Swedia Kockums untuk Angkatan Laut Australia. Empat unit diantaranya sudah di upgrade dan selesai pada Maret 2003.  Antara lain dengan penyempurnaan pada combat system.  Collin class memiliki kapasitas persenjataan hingga 22 rudal jenis Harpoon dan torpedo 533mm.
RRC

Memiliki puluhan jenis kapal selam dari kelas Golf, Romeo (Wuhan), Kilo, Song, Han, Xia, Shang, sampai kelas  Jin.

TAIWAN
Taiwan memiliki dua kelas kapal selam yaitu kapal selam latih kelas Hai Shih (Tench atau GUPPY II), dan kelas Hai Lung (Zwaardvis).

INDIA
India memiliki kapal selam kelas Foxtrot, Shishumar (Type 209), Sndhughosh (Kilo), Scorpene, dan Akula.  Saat ini India sedang membangun kapal selam modern (Nuclear Powered Ballistic Missile Submarine) yang diharapkan selesai pada tahun 2010.

JEPANG
Jepang memiliki armada kapal selam kelas Ko-hyoteki (midget), KD1 sampai KD7, J1, J2, J3, C1, C2, C3, A1, A2, A modifikasi, B1 (seri I-15), B2, B3, Sen Toku (aka I-400), Kaichu, Kaisho, Sen Taka’ (aka I-200), KRS, D1, D2, Sen Ho, Sen Ho Sho, dan LA.
Untuk Pasukan Bela Diri Maritim memiliki kapal selam kelas Gato, Hayashio, Natshushio, Oshio, Uzushio, Yushio, Harushio, Asashio, Oyashio, dan kelas Sōryū class

KOREA SELATAN
Korea Selatan memiliki kapal selam kelas Chang Bogo (Type 209), dan kelas Son Won-il class (Type 214)

KOREA UTARA
Korea Utara memiliki kapal selam kelas Romeo, Sang-O, dan Yugo (midget submarine)

PAKISTAN
Kapal selam Pakistan diantaranya; kelas Hashmat (Agosta 70), Khalid (Agosta 90B class submarine), dan 3MG110 class (midget submarine)

TNI AL
TNI AL memiliki dua unit kapal selam kelas Type-209/1300 buatan HDW Jerman.

Dengan mengetahui keberadaan negara tetangga maka dapat diperkirakan prakiraan ancaman yang dihadapi. Kini kita tinggal menunggu langkah apa yang akan ditempuh oleh pemerintah dalam rencana pembangunan kekuatan Laut untuk menjaga dan mengamankan wilayah perairan NKRI.

**Penulis adalah Pengamat masalah Pertahanan dan mantan Redaktur Majalah Teknologi Strategi Militer








Artikel Terkait
» Layanan Informasi Bagi Yang Ingin Mendalami Studi Intelijen Ekonomi
» Waspadai Permainan Tingkat Tinggi Amerika-Jepang-Australia Lemahkan ASEAN Pada Pertemuan APEC di Singapore
» Parlemen Online
» “Globalisasi ..., Jangan Rampas Hak Kami ...”
» Saatnya Indonesia dan Dunia Islam Membentuk Sada Cumber Watch
» Buku Tim Weiner Pisau Bermata Dua Bagi Indonesia
» Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
» Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua
Sebuah analisa berbasis geopolitik dikatakan canggih dan "bergizi" ketika rekomendasinya, selain bisa menguak potensi ancaman dan trend perkembangan lingkungan di satu sisi, pada sisi lain ia ...

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Kodama dan Sasakawa, Kekuatan di Belakang “Tirai Hitam” Politik Jepang Pasca Perang Dunia II

Turnkey Project: Modus Perang Asimetris ala Cina

Lihat lainya »
   Arsip
Dengan Mantra "Verdeel en heers", Kolonialisme Bisa Membangun Kekuasaan di Negara Lain

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?

Obama Frustasi Karena Gagal Loloskan UU Senjata

Wahai Anak Bangsa Sadarlah Musuh-Musuh Kita Telah di Depan Mata

Butuh Pemimpin Cerdas, Tegas dan Paham akan Geopolitik

Pandangan Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan tentang NKRI dan Islam Nusantara

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping Indonesia

Panglima TNI terima Dewan Syuro Tolikara

TNI Gelar Pengobatan Massal Gratis di Darfur Barat

Awal Agustus, Korsel dan Jepang Gelar Pertemuan Militer

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »