» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


BUMN
12-06-2013
Lima Negara ASEAN Berminat Beli Pesawat CN-295

Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah melakukan 'road show' ke enam negara di ASEAN untuk mempromosikan produk CN-295 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).


Dilaporkan, sebanyak lima negara menyatakan minatnya untuk membeli pesawat angkut tersebut.

"Angkatan udara dari lima negara sudah menyatakan minatnya terhadap pesawat angkut buatan PT DI tersebut. Lima negara yakni Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar dan Malaysia," kata Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris KKIP usai sidang KKIP Ke-9, di Kantor Kemhan, Selasa (11/6).

Untuk Brunei Darussalam sendiri, diminta agar PT DI melakukan 'demo filght' sebelum pesawat angkut tersebut dibeli.

Keinginan Brunei terhadap pesawat angkut CN-295, lantaran dianggap sebagai pesawat yang bisa digunakan dalam berbagai tugas. Antara lain bisa digunakan bantuan sosial, digunakan untuk kegiatan militer dan bisa mendarat di atas rumput dan bisa mengangkut sekitar 50 orang penerjun.

Sementara itu, Menhan Purnomo Yusgiantoro yang sekaligus sebagai Ketua KKIP, mengatakan, hasil kegiatan roadshow tersebut mendapatkan respon yang konkrit dari kelima negara yang dikunjungi.

"Pesawat angkut ini mendapatkan minat dari angkatan udara dan kepolisian di lima negara," kata Purnomo.

Selanjutnya, kata Menhan, negara-negara tersebut nantinya akan mengirimkan tim observasi untuk pembahasan teknis dan administrasi dengan PT DI selaku pembuat pesawat.


Sumber :www.beritasatu.com
Artikel Terkait
» PT. PINDAD Kerjasama Dengan Turki, Mau Bikin Tank Medium
» 2025, LAPAN Yakin RI Luncurkan Satelit Secara Mandiri
» BP Migas Bubar, Pukulan Pertama Buat Kapitalisme Asing
» Dana Asing dan Modernisasi Alutsista



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »