» Prabowo-Hatta Jungkir-Balikkan Logika Skenario Revolusi Oranye Ukraina » Arah Krisis Ukraina dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia » Liem Soe Liong, Mochtar Riyadi dan The Chinese Culture Heritage Center (TCCHC) » Q&A: Benarkah Yahudi itu Beda Dengan Zionis? » Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan


Hankam
29-01-2010
Amerika: NATO
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Penulis : Tim Riset Global Future Institute (GFI)

Catatan redaksi: Keputusan Presiden Barrack Obama menambah 30 ribu personil tentaranya ke Afghanistan, hanyalah salah satu dari puncak gunung es dari skema militerisasi Amerika di seluruh dunia. Lebih-lebih di kawasan Asia Tengah yang kaya dengan kandungan minyak mentahnya.


Namun masih sedikit informasi mengenai kekuatan dan pengembangan peralatan militer Amerka dan sekutunya, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Berikut sekilas mengenai perkembangan terbaru mengenai jumlah kuantitas peralatan militer Amerika dan sekutu tradisionalnya Eropa Barat. 

                                                    -------------- 


Dalam prioritas keamanan nasional negara-negara di kawasan Eropa Barat,  Rusia nampaknya merupakan ancaman yang dipandang paling berbahaya. Tak heran jika NATO memutuskan untuk mendukung pemulihan dan pembangunan kekuatan militer Georgia, negara yang dilunya berada dalam kedaulatan Uni Soviet, namun sekarang telah menjadi negara sendiri. Karena itu wajar jika Eroppa Barat memandang Georgia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Rusia, namun masuk dalam kategori sekutu baru Eropa Barat.

Sebagai salah satu program dukungan dan bantuan militer terhadap Georgia, NATO kemudian memperioritaskan untuk menggelar pertahanan rudal balistik antar-benua di Republik Chech an Polandia. Tujuan bisa ditebak, untuk membantu dan melindungi anggota-anggota NATO di kawasan Eropa. Barang tentu, termasuk Georgia yang masuk kategori Eropa Timur tapi pro NATO.

Maka tak tidaklah terlampau mengejutkan jika negara-negara Eropa Barat anggota NATO menitikberatkan pada penguatan angkatan udaranya, seperti helikopter tempur.

Sekadar informasi, inilah beberapa data berkaitan dengan pengembangan kekuatan tempur angkatan udara beberapa negara Eropa Barat anggota NATO.

Inggris

Jika dilihat dari kemampuan angkatan udaranya, Inggris memiliki pesawat tempur sekitar 467 buah, dan Helikopter berjumlah 664 buah. Sedangkan angkatan lautnya, yang dulu sempat ditakuti oleh dunia internasional karena kedigdayaannnya, memiliki 17 kapal selam. Selain itu Inggris juga memiliki sekitar 39 kapal amfibi, 8 kapal destroyer, 17 frigat, 66 kapal terbang, 27 kapal patroli pantai, dan 29 kapal pendukung logistik, serta 386 tank.

Menurut informasi Majalah The Military Balance yang diterbitkan oleh The International Institute for Strategic Studies (IISS), dalam jangka panjang Inggris berencana membuat dua kapal pengangkut pesawat baru kelas Queent Elizabeth. Kapal pertama diharapkan akan mulai beroperasi pada 2016 mendatang.

Sedangkan dalam pengembangan persenjataan di sejumlah kapal perang miliknya, akan segera ditingkatkan melalui pengadaan senjata ukuran 155 mm. Bahkan untuk mendkung manuver pasukan reaksi cepat, sejumlah kendaraan tempur dan pengangkut pasukan akan segera ditingkatkan pengadaan persentaannya pada skala maksimal.

Inggris, hingga kini diyakini masih memiliki pengaruh kuat dalam proses pengambilan kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat. Sehingga sikap agresif Amerika kepada Afghanistan dan Irak, diyakini karena masih besarnya ambisi teritorial Inggris untuk menguasai sumberdaya alam, khususnya ladang minyak, di kawasan Teluk Parsi dan Timur Tengah.

Tak heran jika di Afghanistan dan Irak, Inggris memberi kesan hanya faktor pelengkap saja dalam membantu pasukan Amerika menginvasi Afghanistan dan Irak. Padahal, justru Inggris lah sang aktor intelektual di balik invasi pasukan multinasional ke Afghanistan dan Irak.


Amerika Serikat

Bagaimana dengan kekuatan angkatan bersenajta Amerika itu sendiri? Kalau Inggris, saudara tua Amerika hanya memiliki 467 pesawat tempur, maka Amerika memiliki 4334 buah. 

Dalam hal jumlah helikopternya, ternyata Amerika memiliki 5741 buah. Jelas, Inggris tidak ada apa-apanya dibanding Amerika. Angkatan lautnya pun kedigdayaan Amerika memang cukup membuat decak kagum dunia. 71 Kapal Selam, 11 kapal induk,  52 destroyer, 22 kapal frigat, 41.422 rudal, dan 7620 tank.

Berapa jumlah total pasukan militernya? Belum ada data yang cukup valid mengenai ini. Tapi mari sekadar buat perbandingan. Total jumlah pasukan Tentara Nasional Indonesia saat ini berjumlah  316.000. Sedangkan pasukan Amerka yang digelar di Irak berjumlah 119.000, sedangkan yang disebar di Afghanistan berjumlah 67 ribu orang. Jadi, khusus pasukan Amerka yang dikirim ke Afghanistand dan Irak, berjumlah hampir sekitar 50 persen jumlah total pasukan TNI kita. Bisa dibayangkan berapa kali lipat jumlah pasukan Amerika di ketiga matra angkatan bersenjatanya.


Perancis
   
Kalau menilik dari buku putih pertahanan Perancis pada Juni 2008, nampaknya dalam cetak biru pertahanannya, Perancis tidak kalah agresif dibandingkan Amerika dan Inggris. Karena tetap diarahkan untuk intervensi ke luar negeri seperti ke afghanistan dan sejumlah negara di Afrika.

Mari kita teropong seberapa digdaya angkatan bersenjata Perancis. Di matra udara, Perancis punya 517 pesawat tempur, 589 helikopter, 54 oesawat angkut, dan 187 pesawat latih.

Armada lautnya, Perancis punya 9 kapal selam, 12 destroyer, 20 frigat, 46 kapal Patroli Pantai dan Sergap, 8 kapal Amfibi, 43 kapal pendukung logistik,  21 anti ranjau, 40 Kapal Cepat Penyerbu, an 637 tank.


Jerman

Jerman, sebagai negara Eropa Barat yang kalah dalam perang Dunia Kedua pada 1945, saat ini merupakan salah satu tulang-punggung kekuatan angkatan bersenjata NATO. Di matra udara Jerman memiliki 404 pesawat tempur, 413 helikopter. Di matra laut Jerman memiliki 12 kapal selam, 37 kapal tempur, 16 kapal amfibi, 15 kapal frigat, 3 kapal Korvet, 10 Patroli Pantai, 31 kapal pendukung logistik, dan 2035 buah tank.

Spanyol

Negara ini dulunya berjaya dan sangat disegani sekutu maupun lawan.Tapi sekarang ibarat negara sakit di Eropa seperti juga halnya Portugal. Namun sebagai bagian integral dari persekutuan NATO, kekuatan angkatan bersenjata NATO tetap tidak boleh dipandang enteng.

DI matra udara, Spanyol memiliki 240 pesawat tempur, 208 helikopter, 212 pesawat latih dan angkut. Sedangkan di matra laut, Spanyol memiliki 4 kapal kapal selam, 4 kapal Amfibi, 39 kapal perang, 30 kapal logistik, 36 kapal patroli, dan 404 buah tank.

Italia

Seperti halnya Spanyol, Italia sempat berjaya di masa lalu. Bahkan pernah menjadi basis imperium Romawi kuno. Sebagai bagian penting dari NATO, angkatan bersenjata Italia memiliki peralatan strategis kemiliteran yang cukup lumayan handal.

Di matra udara Italia memiliki 249 pesawat tempur, 59 pesawat pendukung, dan 464 helikopter. Di matra laut Italia punya7 kapal selam,24 kapal perang, 12 kapal pemukul, 3 kapal Amfibi, 193 kapal patroli pantai,  97 kapal logistik, dan 360 buah tank.


 



 



Artikel Terkait
» Mempkenalkan Badan Intelijen Afrika Selatan
» Global Future Institute Merekomendasikan Pengadaan Kapal Selam Rusia Jenis Kilo Class (Project 636/877EKM)
» Jepang berhasil Luncurkan Roket Pembawa Satelit Mata-Mata
» TNI AL Beli 17 Tank Amphibi Buatan Rusia
» Markas Besar AS di Korsel Yang Baru Akan Berdiri Juni 2010
» Korea Selatan Berencana Terapkan Dinas Militer Sukarela untuk Wanita
» Korea Selatan Serahkan 10 tank Amphibi kepada Indonesia
» Global Future Institute Mendesak Menteri Pertahanan Baru Segera Membeli Beberapa Kapal Selam Berteknologi Tinggi, Berkemampuan Canggih dan Harga Relatif Murah
» Meneropong Kekuatan Angkatan Laut Bersenjata Cina
» Pakistan Pasok Bolivia Enam Pesawat Jet Buatan Cina
» Pertikaian Wilayah Perbatasan Bisa Picu Militerisme Jepang



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan
Dunia kini telah menjelma menjadi sebuah kampung kecil. Teknologi satelit telah menembus batas-batas negara. Status negara bangsa kini telah semakin kehilangan makna digerus oleh eksistensi organisasi-organisasi ...

Presiden Baru untuk Daulat Pertanian, Perkebunan dan Pangan

PP No 01/2014 Pintu Masuk SBY Beri Monopoli dan Hak Istimewa Kepada Freeport dan Newmont

Skenario di Atas Skenario

Terungkapnya 39 Dokumen Kejahatan Perang Jepang di Cina, Inspirasi bagi Perjuangan Para Advokator Ianfu Indonesia

Shinzo Abe: Personifikasi Kebangkitan Ultra Nasionalisme Jepang? (Bagian Kedua)

Lihat lainya »
   Arsip
Megaskandal Spionase UEA Untuk Israel di Gaza

Arah Krisis Ukraina dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia

Prabowo-Hatta Jungkir-Balikkan Logika Skenario Revolusi Oranye Ukraina

Kecaman Brutalitas Israel ke Gaza Terus Mengalir

Di Forum G20, Indonesia Bahas Pembangunan Ekonomi dan Kerangka Pertumbuhan Global

Brunei Darussalam-Indonesia Gelar Dialog Konsuler

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global Jadi 3,4 Persen

Terkait Israel, Ayatollah Khamenei Usulkan Gelar Referendum

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk Mengundurkan Diri

Empat Misi Jenderal China di Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »