» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Kesehatan
03-10-2013
Angka Kematian Ibu
Banyak Program Tidak Berjalan, Meningkat Angka Kematian Ibu

Peningkatan angka kematian ibu (AKI) dari 2007 sampaidengan 2012. Dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007menjadi 359 pada tahun 2012. Kenaikan AKI dengan tajam harus dilihat komprehensif dari sisi pemenuhan kebutuhan layanan reproduksiperempuan. Meskipun tersedia fasilitas layanan kesehatan untuk ibu hamil dan melahirkan, tidak serta-merta perempuan dapat mengakses. Relasi kuasa dalam rumah tangga dan masyarakat dapat membuat perempuantidak dapat mengambil keputusan atas kebutuhan reproduksinya sendiri.


Menurut Linda Rahmawati, pembangunan sektor kesehatan masyarakat merupakan salah satu andalan kebehasilan program pemerintyah sejak masa Orde Baru, sehingga kalau angka kematian ibu meningkat maka pertanyaan besarnya adalah seberapa besar kegagalan program Puskesmas, Posyandu dan program penerangan kesehatan selama ini.

“Untuk itu, pengaktifan desa sebagai Unit terdepan dari Pemerintah perlu diintensifkan, karena terdapat kecenderungan program program yang menyentuh masyarakat ditingkat bawah, sejak dilakukannya reformasi disegala bidang, justru tidak dilakukan dengan aktif bahkan ditinggalkan. Keberhasilan sektor demokrasi dan politik ternyata tidak serta merta perbaikan disektor sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk para Ibu-bu ketikaakan melahirkan,” tambahnya.

Menurut mahasiswa pasca sarjana Universitas Indonesia ini, meningkatnya kematian ibu harus segera direspons DPR-RI dengan menegur jajaran Menko Kesra, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dan mempertanyakan mengapa masalah kematian Ibu-Ibu karena melahirkan menunjukkan angka tinggi selama KIB I dan KIB II.
 



Artikel Terkait
» H7N7: Pembunuh Baru Manusia
» Profil dan Etos Suster Rukimah Sudah Memudar?
» Indonesia Peringkat 9 Penderita Diabetes Terbanyak di Dunia
» Waspadai Risiko Diabetes Bagi Yang Susah Tidur Malam
» Bahaya Imunisasi & Konspirasi Yahudi



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
PM Inggris Bereaksi setelah Serangan di London

Revolusi Mental Tangkal Bahaya Laten Komunisme

Francisco 'Lu Olo' Guterres Unggul Sementara di Pilres Timor Leste

Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »