» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Kepolisian
10-10-2013
Sutarman Diharapkan Mampu Memperbaiki Citra Polisi

Suksesi Kapolri yang telah beralih ke tangan Jenderal Sutarman. Tantangan terjal dan tak mudah sedang menunggunya. Beban beratnya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap kepolisian yang penuh bau tengik korupsi. Tapi sangsi dan cemas masyarakat tetap saja tak mengendur terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Polri karena baru saja permintaan Komisi Informasi Publik untuk mengungkapkan identitas dari 17 petugas yang diyakini memiliki rekening gendut diabaikan begitu saja. Celoteh Sutarman terhadap isu-isu tersebut akan menentukan apakah keragu-raguan publik itu salah.


Menurut pengamat politik Masdarsada, MSi, setiap pergantian pimpinan, lumrah muncul harapan-harapan baru untuk dituntaskannya masalah-malasalah penting yang belum terselesaikan oleh pimpinan sebelumnya.

“Secara khusus kecurigaan terhadap beberapa Perwira Polri yang mempunyai rekening gendut telah menjadi isu sejak sebelum Jenderal Timur Pradopo diangkat sebagai Kapolri.Pada masa Kapolri Timur Pradopo seolah-olah telah dibuat klarifikasi bahwa 17 Perwira yang rekeningnya gendut tersebut adalah perwira-perwira yang bersih,” katanya.

Menurut alumnus KSI Universitas Indonesia ini, Kapolri yang baru Komisaris Jenderal Polisi Soetarman seperti pendahulunya juga diharapkan bahkan ditantang untuk mengklarafikasi 17 perwira Polisi yang rekeningnya gendut tersebut benar-benar bukan koruptor, karena masyarakat masih meragukan klarifikasi yang dilakukan Polri di era Kapolri Timur Pradopo dengan pemicunya antara lain adalah kasus Irjen Polisi Pol Djoko Susilo, mantan Kakorlantas Polri.

“Jelas munculnya isu rekening gendut berarti masyarakat belum puas dengan klarifikasi Timur Pradopo dan Komisaris Jenderal Pol Soetarman dianggap memberikan harapan dapat dipercaya, karena dalam uji kelayakan Komisaris Jenderal Soetarman mengekspresikan dirinya jujur, tegas dan obyektif,” ujar peneliti senior di Lembaga Analisa Politik dan Demokrasi ini.

Intinya, ujar Masdarsada, Kapolri yang baru Komisaris Jenderal Soetarman dituntut untuk mengklarifikasi kembali bahwa para perwira yang mempunyai rekening gendut bukan koruptor. (TGR)



Artikel Terkait
» Perang Asimetris Penembakan Aparat
» Polisi Ditembak Lagi di Depok
» Pelaku Penembakan Polisi Musuh Negara
» Kemungkinan Penyebab Pokok Penembakan Terhadap Polisi
» Republik Indonesia-Belanda Tandatangani Perjanjian Pelatihan Kepolisian



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »