» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Kepolisian
10-10-2013
Sutarman Diharapkan Mampu Memperbaiki Citra Polisi

Suksesi Kapolri yang telah beralih ke tangan Jenderal Sutarman. Tantangan terjal dan tak mudah sedang menunggunya. Beban beratnya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap kepolisian yang penuh bau tengik korupsi. Tapi sangsi dan cemas masyarakat tetap saja tak mengendur terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Polri karena baru saja permintaan Komisi Informasi Publik untuk mengungkapkan identitas dari 17 petugas yang diyakini memiliki rekening gendut diabaikan begitu saja. Celoteh Sutarman terhadap isu-isu tersebut akan menentukan apakah keragu-raguan publik itu salah.


Menurut pengamat politik Masdarsada, MSi, setiap pergantian pimpinan, lumrah muncul harapan-harapan baru untuk dituntaskannya masalah-malasalah penting yang belum terselesaikan oleh pimpinan sebelumnya.

“Secara khusus kecurigaan terhadap beberapa Perwira Polri yang mempunyai rekening gendut telah menjadi isu sejak sebelum Jenderal Timur Pradopo diangkat sebagai Kapolri.Pada masa Kapolri Timur Pradopo seolah-olah telah dibuat klarifikasi bahwa 17 Perwira yang rekeningnya gendut tersebut adalah perwira-perwira yang bersih,” katanya.

Menurut alumnus KSI Universitas Indonesia ini, Kapolri yang baru Komisaris Jenderal Polisi Soetarman seperti pendahulunya juga diharapkan bahkan ditantang untuk mengklarafikasi 17 perwira Polisi yang rekeningnya gendut tersebut benar-benar bukan koruptor, karena masyarakat masih meragukan klarifikasi yang dilakukan Polri di era Kapolri Timur Pradopo dengan pemicunya antara lain adalah kasus Irjen Polisi Pol Djoko Susilo, mantan Kakorlantas Polri.

“Jelas munculnya isu rekening gendut berarti masyarakat belum puas dengan klarifikasi Timur Pradopo dan Komisaris Jenderal Pol Soetarman dianggap memberikan harapan dapat dipercaya, karena dalam uji kelayakan Komisaris Jenderal Soetarman mengekspresikan dirinya jujur, tegas dan obyektif,” ujar peneliti senior di Lembaga Analisa Politik dan Demokrasi ini.

Intinya, ujar Masdarsada, Kapolri yang baru Komisaris Jenderal Soetarman dituntut untuk mengklarifikasi kembali bahwa para perwira yang mempunyai rekening gendut bukan koruptor. (TGR)



Artikel Terkait
» Perang Asimetris Penembakan Aparat
» Polisi Ditembak Lagi di Depok
» Pelaku Penembakan Polisi Musuh Negara
» Kemungkinan Penyebab Pokok Penembakan Terhadap Polisi
» Republik Indonesia-Belanda Tandatangani Perjanjian Pelatihan Kepolisian



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »