» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Kepolisian
06-11-2013
Polri Didesak Tunjuk Kabareskrim Baru

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman yang saat ini telah dilantik menjadi Kapolri.


"Sudah seminggu jabatan Kabareskrim kosong, setelah Kabareskrim dilantik menjadi Kapolri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis di Jakarta, belum lama ini.
 
Neta mengaku Wakapolri Oegroseno pernah menjanjikan Kabareskrim akan diumumkan Selasa (29/10). Namun, dia menyayangkan hingga kini belum juga diumumkan.
 
Neta berpendapat kemungkinan adanya kepentingan dalam menempatkan jabatan Kabareskrim di Mabes Polri yang menyebabkan lamanya penentuan posisi strategis tersebut. "Sepertinya ada tarik-menarik dalam penentuan Kabareskrim baru," ujarnya.
 
Dia menyebutkan nama-nama calon kuat Kabareskrim, di antaranya Komjen Badrodin Haiti yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemiliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Anas Yusuf, Kapolda Bali Irjen Arief Wahyunadi, Kapolda Jabar Suhardi Alius dan Kabid Humas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie.
 
"Kelimanya adalah Polri yang cukup berpengalaman di bidang reserse," katanya.
N
eta mengimbau kepada Polri untuk mengadakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propper test) untuk menentukan Kabareskrim Mabes Polri.
 
Dia menilai selain untuk memilih calon yang benar-benar kompeten, uji tersebut bisa menghindari adanya konflik kepentingan.
 
"Sehingga, Polri bisa mendapatkan Kabareskrim yang mumpuni dan profesional, artinya dalam mencari calon Kabareskrim, Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) bisa menjaring sejumlah nama untuk diseleksi," katanya.
 
Neta menambahkan Wanjakti dan Kapolri harus dilibatkan dalam tim yang menilai uji kelayakan dan kepatutan tersebut.
 
"Sehingga penunjukan Kabareskrim tak lagi atas dasar suka atau tidak suka pimpinan Polri, melainkan berdasarkan kemampuan kerja dan profesionalitas," katanya.
 
Namun, saat ini Kapolri Komjen Pol Sutarman masih merangkap jabatan sebagai Kabareskrim Mabes Polri dan masih berpangkat jenderal bintang tiga.
 
Dengan demikian, jenderal bintang tiga tersebut belum bisa melantik jabatan yang memiliki pangkat setingkat.


Artikel Terkait
» Sutarman Diharapkan Mampu Memperbaiki Citra Polisi
» Perang Asimetris Penembakan Aparat
» Polisi Ditembak Lagi di Depok



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »