» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Tick News
17-11-2013
Bom Meledak di Kabul
Enam Orang Tewas Akibat Ledakan, Jelang Perundingan Keamanan AS-Afghanistan

Bom yang berasal dari seorang pembom bunuh diri mengunakan mobil meledak di Kabul, Sabtu. Akibatnya, enam orang tewas dekat kompleks di mana satu perjanjian keamanan antara Afghanistan dan Amerika Serikat akan dibicarakan. Demikian dikatakan para pejabat di Kabul. 


Sebanyak 22 orang cedera ketika kendaraan itu meledak sekitar 150 meter dari satu tenda raksasa yang pada Kamis depan akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin suku dan sipil membicarakan masa depan pasukan AS setelah pasukan NATO yang dipimpin AS akan ditarik dari negara itu pada 2014.

"Informasi awal menunjukkan empat warga sipil, seorang polisi dan seorang tentara tewas dalam serangan hari ini," kata juru bicara kementerian dalam negeri Sediq Sediqqi kepada AFP.

"Sejumlah 22 orang lainnya, sebagian besar warga sipil cedera," tambahnya, dan mengatakan jumlah korban mungkin akan bertambah.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi pertemuan yang dikenal dengan nama "Loya Jirga" dikecam Taliban yang memperingatkan para anggota mereka tidak akan ikut serta. (ANT/AFP)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »