» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Teknologi Nuklir
21-11-2013
RI Usulkan National Legislation Implementation Kit On Nuclear Security

Indonesia menilai penting adanya legislasi nasional yang komprehensif terkait isu keamanan nuklir. Untuk itu, Indonesia mengusulkan rancangan National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security (NLIK) yang akan disampaikan secara resmi pada KTT Keamanan Nuklir di Den Haag, Maret 2014.


“Berbagai instrumen hukum ini, dapat diimplementasikan dengan lebih komprehensif dan efektif apabila disatukan menjadi satu dokumen “National Legislation Implementation Kit” yang mudah diterapkan oleh semua negara”, jelas Dirjen Multilateral Kemlu RI, Hasan Kleib saat membuka pertemuan Expert Meeting of the National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security di Yogyakarta (20/11).

Saat ini terdapat banyak instrumen hukum internasional yang harus diimplementasikan suatu negara untuk meningkatkan isu keamanan nuklir di negaranya.

Pertemuan dua hari ini bertujuan untuk membahas rancangan NLIK yang telah disusun Indonesia bekerjasama dengan Verification Research, Training and Information Centre (VERTIC), dan organisasi internasional terkait lainnya seperti International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organisation (PrepCom CTBTO) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

NLIK merupakan salah satu inisiatif dan pemikiran Indonesia, yang disampaikan oleh Presiden RI pada KTT Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan tahun 2012.

Sejak penyelengaraan KTT Keamanan Nuklir di Washington DC, tahun 2010, negara-negara menyepakati pentingnya suatu legislasi nasional yang secara komprehensif mengatur pengamanan material dan sumber radioaktif lainnya.

Berbagai instrumen hukum internasional terkait isu nuklir telah diadopsi baik melalui PBB maupun beberapa organisasi internasional, seperti IAEA.

Sebagai gift basket Indonesia di KTT Keamanan Nuklir, NLIK diharapkan dapat membantu negara-negara dalam membangun aturan nasional mengenai keamanan nuklir yang komprehensif sesuai dengan aturan nasional yang telah ada.

NLIK juga dapat menjadi acuan dan konsolidasi dari berbagai instrumen internasional, baik yang mengikat maupun tidak mengikat, mengenai keamanan nuklir.

Melalui Expert Meeting ini, sejumlah pakar di bidang keamanan nuklir serta perwakilan dari 50 negara dan organisasi internasional diharapkan dapat menyampaikan masukan dan pandangannya terhadap NLIK untuk finalisasi dokumen tersebut sebelum disampaikan Indonesia secara resmi tahun depan. (Sumber: Dit. KIPS/ DK)

 


Sumber :Kemlu RI

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »