» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Kejahatan Transnasional
05-01-2014
Rajut Hubungan Baik RI-Timor Leste Melalui Penanganan Trans National Crime

KBRI Dili bekerjasama dengan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) menyelenggarakan seminar tentang Trans National Crimes (TNC) bertempat di Dili Convention Center (26-27/11). Kegiatan seminar tersebut  dibuka secara resmi oleh PM RDTL, Mr. Xanana Gusmao.


"Hubungan bilateral antara kedua negara saat ini terjalin sangat baik terutama di bidang penanganan TNC", Dubes RI Dili M. Primanto Hendrasmoro sampaikan dalam sambutannya.

Hal tersebut berdasarkan pada MOU yang telah ditandatangani pada tahun 2009 serta MOU terkait penanganan TNC antara PNTL dan POLRI yang ditandatangani pada tahun 2011 yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI Dili menyampaikan bahwa berdasarkan pada MOU yang telah ditandatangani tersebut telah pula dilakukan kerjasama pada bidang pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada anggota PNTL di Indonesia.

"Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait dengan TNC serta dapat memberikan informasi bagi kalangan umum terkait dengan penanganan TNC". Lebih lanjut, Dubes RI Dili berharap agar Indonesia dan TL dapat lebih berupaya keras dalam memerangi TNC.

Dalam sambutannya, PM Xanana Gusmao meyampaikan ucapan terima kasih terkait penyelenggaraan seminar TNC serta kepada Kepolisian RI atas bantuan pelatihan dan pendidikan kepada Institusi terkait di TL.

"Kepolisian TL agar terus berupaya keras dalam menangani dan memerangi narkoba yang masuk ke TL, karena TNC merupakan kejahatan baru disamping perang", harap PM Xanana.

Selain itu, disampaikan juga bahwa human trafficking dilakukan melalui jalan baru yaitu internet sehingga kerjasama antara negara sahabat sangat diperlukan untuk memerangi hal tersebut termasuk kerjasama international melalui law enforcement. "Seminar ini merupakan salah satu komitmen lembaga kedua negara untuk mencegah dan melawan TNC".

Sementara itu, hadir pula untuk menyampaikan sambutan, Komandan Jenderal PNTL Komisaris Longuinhos Monteiro yang turut mengapresiasi kehadiran pejabat Polri dan BNN RI pada kegiatan seminar TNC tersebut.

"Pada tahun 2009, kerjasama antara kedua lembaga telah dilakukan pada bidang operasional kepolisian", jelas Komisaris Monteiro. Komisaris Longuinhos Monteiro juga menyampaikan bahwa TNC berkembang sejalan dengan sosio-ekonomi wilayah.

Selain itu juga disampaikan pula mengenai kebijakan negara ASEAN dalam memerangi TNC di tingkat National, Regional dan International. "Kerjasama antara lembaga sangat diharapkan untuk memerangi TNC yang berkembang seperti narkoba, pencucian uang, penjualan manusia dan lain-lain".

Lebih lanjut Komisaris Longuinhos Monteiro menyampaikan bahwa keterlibatan Timor-Leste dalam ASEANAPOL diharapkan dapat memerangi TNC yang melintas batas sebuah negara.

Seminar Trans National Crimes

Tujuan penyelenggaraan kegiatan seminar tersebut merupakan upaya bersama meningkatkan pencegahan terkait bahaya kejahatan Lintas Negara khususnya peredaran gelap narkotika dan perdagangan manusia, serta untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan aparat penegak hukum di Timor-Leste.

Seminar hari pertama menghadirkan tiga pembicara dari Indonesia antara lain Kepala Badan Narkotika RI dan Kepala Bidang Investigasi Kriminal Kepolisian RI. Sementara pembicara dari Timor-Leste adalah Kepala Dinas Investigasi Kriminal PNTL  Supt. Calisto Gonzaga.

Seminar tersebut turut dihadiri Sekretaris Negara Urusan Keamanan TL, Mr. Francisco Guterres, Wakil Ketua DPRD Badung, Bali, Dir Reskrim Umum Polda NTT, Dir Intelkam Polda NTT, Dir Narkoba Polda NTT, Kapolres Belu, Kapolres TTU, Kapolres Kep. Alor, Kapolres Kupang, Dan Satgas Pamtas Mota Ain/Danyon 743, korps diplomatik, LSM Internasional dan Nasional, Pejabat Pemerintah terkait, anggota Parlemen Nasional TL, kalangan akademisi, pelajar SMU, serta tamu undangan lainnya. (Sumber: KBRI Dili)


Sumber :Kemlu RI
Artikel Terkait
» Perbudakan Modern di Eropa
» RI-Timor Leste Tegaskan Komitmen Perangi Kejahatan Trans Nasional
» Australia Akhiri Kebuntuan Pencari Suaka dengan Indonesia
» Bali Process Plus, Inisiasi Indonesia atas Penyelundupan Manusia
» Kerja Sama dalam Penanganan Kejahatan Transnasional Perkuat Hubungan Bilateral RI-Kanada
» Malaysia, Sarang Baru Perdagangan Narkoba di Asia Tenggara?
» Dubes Rachmat Terpilih Sebagai Presiden Konferensi Negara Pihak UNTOC



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »