» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Kepolisian
28-02-2014
Kapolri Siapkan Jenderal Bintang Dua Jabat Kabaharkam

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Sutarman mengatakan jenderal bintang dua yang potensial berpeluang menjadi Kepala Bagian Pemeliharaan dan Keamanan untuk menggantikan Komjen Pol Badrodin Haiti.


"Kami diskusikan dulu gantinya siapa, yang jelas nanti (jenderal) bintang tiga senior atau bintang dua. Jadi, posisi kosong ini bisa juga ada bintang dua yang naik," kata Sutarman usai ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/2).

Namun, Sutarman enggan menyebutkan nama-nama calon Kabaharkam tersebut karena masih dipertimbangkan.

"Tapi, siapanya nanti kami diskusikan dulu apakah bintang tiga atau bintang dua yang berpotensi. Mudah-mudahan minggu depan sudah keluar namanya," ucapnya.

Dia berpendapat dirinya perlu berhati-hati dalam memilih calon Kabaharkam karena posisi tersebut dinilai vital.

"Posisi ini sangat vital karena memimpin barisan operasi Mantap Brata, jadi harus segera kita ganti. Paling lambat minggu depan," ujarnya.

Karena itu, dia mengatakan akan mencari jenderal bintang dua yang potensial yang bisa menggantikan Badrodin dalam operasi Mantap Brata Pemilu 2014.

"Itu kan bagian dari reorganisasi, karena ada yang pensiun harus diganti. Nah, karena Pak Badrodin sedang mengendalikan operasi Mantap Brata nanti kami akan cari, nanti kami cari bintang dua yang mumpuni," tukasnya.

Kapolri telah menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Pol Oegroseno yang memasuki masa pensiun pada 28 Februari 2014.

Penunjukkan Wakapolri berdasarkan surat Telegram Kapolri nomor ST/478/II/2014 tanggal 27 Februari 2014 bahwa Komjen Pol Drs Oegroseno, SH Wakapolri dimutasikan sebagai Pejabat Hati Pelayanan Markas Polri dalam rangka pensiun, kemudian Komjen Pol Drs Badrodin Haiti Kabaharkam Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolri.


Sumber :www.sayangi.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »