» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Teknologi Nuklir
01-04-2014
Bertemu Shimon Peres, Dirjen IAEA Bisu Soal Nuklir Ilegal Israel

Yukiya Amano, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam pertemuannya dengan Shimon Peres, Pemimpin rezim Zionis Israel sama sekali tidak berkomentar soal aktivitas nuklir ilegal Israel.


Jelas bahwa rezim Zionis adalah salah satu "mitra berharga" bagi IAEA.

Surat kabar Israel, Jerusalem Post seperti dikutip Qodsna (1/4) melaporkan, dalam pertemuannya dengan Shimon Peres, Senin (31/3) di markas IAEA di Wina, Austria, Amano mengatakan bahwa Israel adalah salah satu "mitra berharga" bagi IAEA.

Tema pembicaraan kedua belah pihak dalam pertemuan ini adalah program nuklir Iran. Pada saat yang sama Amano sama sekali tidak berbicara tentang aktivitas nuklir ilegal Israel serta kekhawatiran dunia internasional terkait gudang-gudang nuklir rezim penjajah itu.

Shimon Peres mengklaim bahwa pelaksanaan kesepakatan antara IAEA dengan Iran berjalan lambat. Menurutnya Iran dengan teknologi nuklirnya berbahaya bagi kemanusiaan dan nuklir Iran dapat menjadi sebab terjadinya Hiroshima lain.

Peres terus menyampaikan klaim-klaim tidak berdasar terkait program nuklir Iran padahal berdasarkan sejumlah laporan, Israel adalah satu-satunya yang memiliki senjata nuklir di Timur Tengah dengan 200-400 hulu ledak nuklirnya.

Selain itu, Israel tidak pernah mengijinkan para inspektur dari lembaga nuklir internasional untuk memeriksa instalasi nuklirnya dan terus menolak ajakan dunia internasional untuk bergabung dengan perjanjian pelarangan perluasan senjata nuklir (NPT). (TGR/IRIB Indonesia)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »