» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Tick News
19-05-2014
Krisis Politik Libya
Kelompok Bersenjata Serang Gedung Parlemen Libya

Sekelompok bersenjata pada Minggu (18 Mei 2014) berusaha masuk ke gedung Parlemen sementara Libya di Ibukota Tripoli.


Sementara di luar gedung parlemen terjadi tembak-menembak sengit. Anggota parlemen melarikan diri dari gedung setelah para penyerang bersenjata berusaha masuk.

Asap hitam terlihat di atas gedung sementara milisi pendukung pemerintah membalas serangan.

Sejumlah laporan menyebutkan para pejabat sudah diperingatkan sebelumnya, dan sebagian sudah meninggalkan lokasi.

Beberapa saksi mata mengatakan kelompok bersenjata tersebut adalah Brigade Zintan yang anggotanya mantan pejuang pemberontak.

Meskipun demikian pasukan pendukung jenderal purnawirawan Khalifa Haftar mengaku bertanggung jawab.

Seperti yang dilaporkan BBC di Tripoli, terjadi tembakan sporadis di kota tersebut.

Milisi Jenderal Haftar hari Jumat (16/05) melancarkan serangan darat dan udara terhadap milisi Islamis di timur Benghazi.

Pemerintah mengutuk serangan dan menerapkan larangan terbang.

Pemerintah kesulitan menangani milisi yang menguasai sejumlah daerahKlik Libya.

Rancangan Undang Undang Dasar masih belum ditulis dan negara itu telah diperintah tiga perdana menteri sejak bulan Maret. (TGR/BBC)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »