» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Kesehatan
24-06-2014
Virus Ebola
Epidemi Ebola di Afrika Barat Telah Lepas Kontrol

Organisasi bantuan kemanusiaan Doctors Without Borders (DWB) memperingatkan bahwa epidemi Ebola yang mematikan di Afrika Barat sekarang telah lepas kontrol dengan lebih dari 60 titik wabah.


LSM medis, yang dikenal dengan MSF Perancis, mengatakan pada Senin (23/6) bahwa skala epidemi Ebola saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal luasnya penularan secara geografis, jumlah orang yang terinfeksi, dan jumlah kematian.

Organisasi ini juga menambahkan bahwa ini telah melampaui batas dalam menanggapi wabah yang menyebar di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

"Kami telah mencapai batas kemampuan kami,'' kata Bart Janssens, direktur operasi organisasi tersebut seraya menambahkan, "Meskipun sumber daya manusia dan peralatan yang digunakan oleh MSF di tiga negara yang terkena dampak, kita tidak lagi mampu mengirim tim ke lokasi wabah yang baru. "

Titik-titik baru wabah di negara tersebut telah ditambahkan ke jangkauan penyakit, mendorong kekhawatiran bahwa penyakit ini cepat menyebar ke daerah lain.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sedikitnya 337 orang telah meninggal akibat Ebola pada tahun 2014.

Demam berdarah Ebola adalah penyakit yang langka dan serius yang menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Penyakit ini bisa ditularkan melalui darah dan cairan tubuh dan kerap kali fatal.
(IRIB Indonesia/MZ)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »