» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Kesehatan
24-06-2014
Virus Ebola
Epidemi Ebola di Afrika Barat Telah Lepas Kontrol

Organisasi bantuan kemanusiaan Doctors Without Borders (DWB) memperingatkan bahwa epidemi Ebola yang mematikan di Afrika Barat sekarang telah lepas kontrol dengan lebih dari 60 titik wabah.


LSM medis, yang dikenal dengan MSF Perancis, mengatakan pada Senin (23/6) bahwa skala epidemi Ebola saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal luasnya penularan secara geografis, jumlah orang yang terinfeksi, dan jumlah kematian.

Organisasi ini juga menambahkan bahwa ini telah melampaui batas dalam menanggapi wabah yang menyebar di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

"Kami telah mencapai batas kemampuan kami,'' kata Bart Janssens, direktur operasi organisasi tersebut seraya menambahkan, "Meskipun sumber daya manusia dan peralatan yang digunakan oleh MSF di tiga negara yang terkena dampak, kita tidak lagi mampu mengirim tim ke lokasi wabah yang baru. "

Titik-titik baru wabah di negara tersebut telah ditambahkan ke jangkauan penyakit, mendorong kekhawatiran bahwa penyakit ini cepat menyebar ke daerah lain.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sedikitnya 337 orang telah meninggal akibat Ebola pada tahun 2014.

Demam berdarah Ebola adalah penyakit yang langka dan serius yang menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Penyakit ini bisa ditularkan melalui darah dan cairan tubuh dan kerap kali fatal.
(IRIB Indonesia/MZ)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »