» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Tick News
28-07-2014
Libya
Bentrokan Dua Pekan di Libya Tewaskan 97 Orang

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan di Libya selama dua pekan.


Kementerian Kesehatan Libya pada Ahad (27/7) menyatakan bahwa bentrokan antarmilitan yang ingin menguasai Badara Internasional Tripoli selama dua pekan ini telah merenggut nyawa lebih dari 97 orang dan melukai 400 lainnya.

Menurut laporan AFP, data yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Libya tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari delapan rumah sakit pemerintah di Tripoli dan sekitarnya.

Departemen Kesehatan Libya juga menyatakan bahwa data tersebut tidak termasuk dari jumlah korban tewas dan terluka yang telah dipindahkan ke fasilitas medis di luar kota Tripoli.

Selama dua pekan lalu, terjadi kerusuhan paling mematikan di Libya sejak instabilitas tahun 2011 yang menyebabkan tergulingnya mantan diktator Muammar Gaddafi.

Bentrokan terbaru di Libya telah memaksa Amerika Serikat, PBB dan Turki menarik para pegawai diplomatiknya dari negara tersebut.

Berdasarkan laporan itu, ketika pemerintah pusat Libya tidak mampu menciptakan ketertiban di kota Tropoli dan Benghazi kota terbesar kedua di Libya, dua kelompok militan saling berperang di Tripoli.

Saat ini, unit-unit militer Libya terus berusaha untuk memukul mundur militan dari kamp-kamp mereka di sekitar kota Benghazi.

Menyusul bentrokan di dekat Kedutaan Besar AS di Tripoli, Washington meliburkan Kedubesnya dan memindahkan para diplomatnya ke Tunis, ibukota Tunisia, dengan pengawalan ketat tentara Libya. (TGR/IRIB Indonesia)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »