» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Pertambangan
07-08-2014
Freeport
Freeport Terus Kembangkan Tambang Bawah Tanah

PT Freeport Indonesia mengaku terus mengembangkan tambang bawah tanah. Hal itu dilakukan Freeport saat tidak diizinkan ekspor oleh pemerintah.


"Itu development nggak boleh berhenti," ujar Direktur Utama PT Freeport Indonesia Roziq Soejipto di kantor Kementerian ESDM, Kamis (7/8/2014).

Roziq mengaku pihaknya ikhlas membuat tambang bawah tanah meski tidak akan diberi perpanjangan kontrak oleh pemerintah pada 2017.

Menurut Roziq, pengembangan bawah tanah dilakukan Freeport sebagai bentuk memberikan kepercayaan untuk pemerintah. "Ya itu risiko masalah kepercayaan kita terhadap pemerintah," ungkap Roziq.

Roziq menambahkan, alasan lain membangun tambang bawah tanah, untuk bisa menambang konsentrat lebih dalam lagi.

Dengan begitu jika tambang dipermukaan sudah habis eksplorasi, Freeport bisa melanjutkan usaha pertambangan di bawah tanah.

"Kalau berhenti akan ada satu saat tambang permukaan habis underground belum siap," jelas Roziq. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Saat Freeport Terus Dapat Kemudahan
» Ekspor Mineral Mentah Distop, Bagaimana Nasib Freeport & Newmont?
» Freeport dan Newmont belum memurnikan konsentrat
» Dana Pensiun Swedia Tarik Aset Mereka dari Freeport
» Freeport Langgar UU, Pemerintah Diminta Putus Kontrak
» Kepentingan USA Di Bumi Papua (Indonesia)
» PT Freeport : Kerugian Negara & Kemiskinan Masyarakat Papua



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »