» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Militer
13-08-2014
Amerika Serikat-Australia
AS dan Australia Sepakat Perkuat Kerjasama Militer

Amerika Serikat dan Australia menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerjasama-kerjasama militer.


Berdasarkan nota kesepahaman itu, Amerika akan memperkuat kehadiran militernya di wilayah Asia Pasifik.

Kantor berita Jerman (12/8) melaporkan, John Kerry, Menteri Luar Negeri dan Chuck Hagel, Menteri Pertahanan Amerika bertemu dengan Julie Bishop, Menlu dan David Johnston, Menhan Australia di Sidney.

Penandatanganan nota kesepahaman ini memberikan kesempatan kepada Amerika untuk menempatkan lebih banyak personil Angkatan Laut dan Udaranya di wilayah Utara Australia secara periodik. Selain itu Washington diizinkan untuk memperkuat perlengkapan militernya di Australia dalam 25 tahun mendatang.

Kesepakatan ini juga akan memperkuat kerjasama terkait sistem pertahanan rudal balistik.

Sekitar 1.200 personil militer Amerika saat ini setiap enam bulan sekali ditempatkan di Darwin. Amerika baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan serupa dengan Filipina.

Amerika dan Australia mengumumkan, dalam pertemuan tahunan ini disepakati agar kerjasama segitiga dengan Jepang diperluas. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Menhan AS Kunjungi Australia
» Anggaran Terbebani, AS Akan Perkecil Kekuatan Militernya
» Indonesia Hentikan Seluruh Kerjasama Militer Dengan Australia
» Indonesia Hentikan Kerjasama Militernya dengan Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »