» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Kesehatan
03-11-2014
Vaksin untuk Obati Kanker Mulut Rahim
Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim

Sebuah tim peneliti Korea Selatan dikabarkan berhasil mengembangkan vaksin yang dapat mengobati kanker serviks atau kanker mulut rahim.


Tim peneliti yang terdiri dari gabungan di Universitas Sains dan Teknologi Pohang dan Rumah Sakit Cheil ini menyatakan vaksin yang mereka kembangkan diberikan kepada 9 penderita kanker serviks dan menunjukkan 78 persen virus dari 7 penyakit hilang.

Obat kanker serviks dengan kemampuan penyembuhan lebih dari 70 persen baru kali ini dikembangkan di dunia.

Kanker serviks merupakan jenis kanker urutan kedua yang diderita wanita di seluruh dunia. Vaksin pencegahan kanker tersebut sudah ada, namun tidak berdampak bagi wanita yang sudah menderita kanker serviks.

Menurut tim peneliti, selama ini kanker serviks hanya dapat disembuhkan melalui operasi. Namun, pengembangan vaksin tersebut memungkinkan penyembuhan melalui suntikan saja.

Penelitian ini telah dimuat di majalah ilmiah ternama di dunia, Nature Communications, edisi terbaru. (TGR/KBS)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Temukan Senyawa Baru Pengobatan Parkison
» Guatemala Kecam Uji Penyakit kelamin AS
» Vaksin DBD Sedang Diuji Coba Di Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »