» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Kesehatan
03-11-2014
Vaksin untuk Obati Kanker Mulut Rahim
Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim

Sebuah tim peneliti Korea Selatan dikabarkan berhasil mengembangkan vaksin yang dapat mengobati kanker serviks atau kanker mulut rahim.


Tim peneliti yang terdiri dari gabungan di Universitas Sains dan Teknologi Pohang dan Rumah Sakit Cheil ini menyatakan vaksin yang mereka kembangkan diberikan kepada 9 penderita kanker serviks dan menunjukkan 78 persen virus dari 7 penyakit hilang.

Obat kanker serviks dengan kemampuan penyembuhan lebih dari 70 persen baru kali ini dikembangkan di dunia.

Kanker serviks merupakan jenis kanker urutan kedua yang diderita wanita di seluruh dunia. Vaksin pencegahan kanker tersebut sudah ada, namun tidak berdampak bagi wanita yang sudah menderita kanker serviks.

Menurut tim peneliti, selama ini kanker serviks hanya dapat disembuhkan melalui operasi. Namun, pengembangan vaksin tersebut memungkinkan penyembuhan melalui suntikan saja.

Penelitian ini telah dimuat di majalah ilmiah ternama di dunia, Nature Communications, edisi terbaru. (TGR/KBS)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Temukan Senyawa Baru Pengobatan Parkison
» Guatemala Kecam Uji Penyakit kelamin AS
» Vaksin DBD Sedang Diuji Coba Di Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »