» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Kesehatan
26-12-2014
Obat Antibiotik Super-Bakteri
Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Teknologi Obat Antibiotik Super-Bakteri

Peneliti di Korea Selatan berhasil mengembangkan teknologi obat antibiotik yang sangat cocok memusnahkan super-bakteri.


Tim peneliti Profesor Gwon Seong-hoon dari Universitas Nasional Seoul menyatakan, biasanya butuh satu hari untuk mencari tahu jenis bakteri yang menginfeksi pasien dan menemukan antibiotik yang cocok memusnahkan bakteri itu. Namun, pihaknya berhasil mengembangkan teknologi yang memperpendek waktu tersebut hingga 3 jam.

Lebih lanjut tim tersebut mengatakan bakteri-bakteri menunjukkan variasi perubahan bentuk sesuai jenis obat antibiotiknya. Setelahnya, dengan mikroskop, mereka meneliti satu per satu bakteri untuk mengetahui tingkat resistensi bakteri terhadap obat.

Ditambahkannya, mereka berhasil mengembangkan teknologi yang dapat melihat reaksi bakteri terhadap 96 jenis obat antibiotik.

Hasil penelitian kali ini dimuat dalam jurnal medis AS Science Translational Medicine. (TGR/KBS)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim
» Peneliti Korsel Temukan Senyawa Baru Pengobatan Parkison



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »