» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Asean
27-12-2014
Perkembangan Politik Myanmar
Suu Kyi Desak Konstitusi Myanmar Terkait Perlarangan Dirinya Diubah

Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi menganggap demokrasi baru berjalan di Myanmar apabila konstitusi yang melarang dirinya menjadi presiden diubah.


Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama, dalam kunjungannya ke Myanmar, mengatakan undang-undang yang melarang Suu Kyi menjadi presiden 'tidak masuk akal'.

Seperti diketahui Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden karena suaminya, yang sudah meninggal, adalah warga negara asing.

Suu Kyi melontarkan kritik kepada dunia internasional dengan mengatakan harus ada langkah-langkah lebih lanjut untuk mempercepat reformasi politik di negara itu.

Dalam wawancara dengan BBC, dia mengatakan dunia bersalah karena terlalu berharap bahwa yang disebutnya sebagai situasi akhir yang membahagiakan akan terwujud di Myanmar.

Suu Kyi mengakui bahwa dunia internasional tetap memiliki ketertarikan kepada Myanmar atau Burma.

"Namun mereka pikir mereka akan mendapatkan akhir yang membahagiakan hanya dengan menegaskan bahwa akhirnya membahagiakan, padahal bukan begitu cara mewujudkannya," tambahnya.

Bagaimanapun dia menyarankan agar tidak ditempuh pemberian sanksi seperti yang dilakukan ketika rezim militer memerintah negara itu hingga tahun 2013 lalu, namun dengan membantu untuk mendorong ditempuhnya dialog nasional. (TGR/BBC)

 



Artikel Terkait
» Myanmar Bentuk Tim Pencari Fakta Selidiki Insiden Maungdaw
» Myanmar Tak Pantas Jadi Ketua ASEAN



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »