» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Amerika Latin
01-01-2015
AS Kecam Keras Penangkapan Pembangkang Kuba

Amerika Serikat mengecam keras penangkapan beberapa pembangkang terkenal Kuba di ibu kota Havana. Mereka ditangkap menjelang digelarnya unjuk rasa yang sudah direncanakan di Alun-alun Revolusi Havana, Selasa (30/12/2014).


"Kami mengecam keras pemerintah Kuba yang meneruskan tekanan dan kembali menggunakan penangkapan yang sewenang-wenang, dengan kekerasan untuk membungkam pengkritik, membuat kumpulan yang damai dan kebebasan berekspresi, serta mengintimidasi warganya," seperti tertulis dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Pihak penggagas unjuk rasa mengatakan aksi itu ditujukan untuk menguji toleransi pemerintah komunis Kuba menyusul pengumuman bahwa Kuba dan Amerika Serikat akan memulai perundingan untuk normalisasi hubungan diplomatik, dua pekan lalu.

Pihak berwenang Kuba menangkap 30 pembangkang untuk mencegah mereka bergabung dengan aksi bersama warga Kuba untuk mengungkapkan pendapat tentang masa depan mereka.

Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Kuba yang dilarang, Elizardo Sanchez, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tujuh pembangkang masih ditahan namun yang lainnya sudah dibebaskan.

Seniman penggagas acara itu, Tania Bruguera, termasuk salah seorang yang masih ditahan. Perempuan berusia 46 tahun itu dikenal dengan karya-karyanya yang bernuansa politik. (TGR/BBC)

Caption Foto: unjuk rasa yang sudah direncanakan di Alun-alun Revolusi Havana (newvision.co.ug)



Artikel Terkait
» Pemulihan Hubungan AS-Kuba, Veteran Anti Fidel Castro Kecewa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »