» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang


Amerika Latin
05-01-2015
Venezuela
Amerika Latin Krisis, Presiden Venezuela Kunjungi Tiongkok

Krisis ekonomi di Venezuela membuat Presiden Nicolas Maduro akan melakukan kunjungan ke berbagai negara anggota OPEC selama seminggu kedepan. Negara pertama yang akan dikunjungi adalah Tiongkok. Ia berharap dari kunjungannya tersebut mendapatkan pinjaman modal di tengah melemahnya pendapatan negara tersebut.


“Saya berangkat hari ini untuk melakukan kunjungan ke berbagai negara. Kunjungan penting untuk mengadaakan proyek baru yang dapat memulihkan pendapatan negara,” ujarnya.

Tiongkok merupakan sumber utama bagi keuangan negara Venezuela lewat minyak. Ia nantinya akan meminta negara tirai bambu tersebut untuk memberikan uang muka terkait pembelian minyak yang akan dilakukan di masa mendatang.

Kunjungan ke negara lain yang tergabung dalam OPEC untuk membicarakan usaha-usaha pemulihan harga minyak dunia.  “Saya juga akan mengunjungi negara OPEC lainnya untuk membicarakan usaha paling ekstrim dan strategi untuk memulihkan harga minyak dunia,” tutur Maduro.

Selama tiga kuartal terakhir perekonomian di venezuela memburuk seiring dengan menurunya harga minyak dunia. Ia membantah bahwa perekonomian negaranya runtuh. Pemerintah Venezuela saat ini sedang membutuhkan anggaran untuk tahun 2015 dan pinjaman luar negeri. (TGR/Reuters)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »