» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Amerika Latin
08-01-2015
Kuba Bebaskan Tiga Tahanan Oposisi

Tiga tahanan politik Amerika Serikat yang berada di penjara Kuba akan bebas. Tiga tahanan tersebut dikabarkan merupakan dua saudara kembar berusia 19 tahun, Diango Vargas Martin dan Bianco Vargas Martin dan seorang tahanan yang ditangkap sejak tahun 2012, Enrique Figuerola Miranda.


Ketiganya –merupakan anggota kelompok oposisi, Patriotic Union of Cuba-- dipenjara karena pernah mengancam pemerintah setempat. Kini masih tersisa 50 tahanan politik Amerika yang masih berada di Kuba.

Menyikapi laporan ini, Pemerintah AS belum mendengar apapun terkait pembebasan ketigatahanan ini. Pemerintah AS mengharapkan seluruh tahanan yang berjumlah 53 yang saat ini masih berada di penjara Kuba bisa dibebaskan secepatnya.

Pembebasan para tahanan politik ini merupakan hasil dari langkah diplomasi yang dilakukan oleh Barrack Obama beberapa minggu lalu terhadap pemerintah Kuba. Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Jen Psaki menyatakan bahwa beberapa tahanan di Kuba akan dibebaskan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih rinci. “Kami belum mendengarkan informasi apapun dari pemerintah Kuba,” ucap Psaki.



Artikel Terkait
» Presiden Bolivia Usulkan Pertemuan Darurat Soal Venezuela
» Venezuela Siap Berunding dengan AS
» Venezuela Dapat Pinjaman 5 Miliar dollar AS dari China
» Venezuela Tangkap 100 Pebisnis "Borjuis"
» Presiden Venezuela Maduro Kecam Larangan Terbang AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »