» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Kepolisian
22-01-2015
Perpisahan, Sutarman Minta Polri Tetap Solid

Mantan kapolri Jenderal Polisi Sutarman melakukan perpisahan dengan para perwira, petinggi, pejabat di Mabes Polri pada Rabu (21/1). Dalam pidatonya, ia berpesan agar Polri tetap selalu solid dan tidak terpengaruh dengan situasi kondisi politik.


Ia berpesan kepada Badrodin agar bisa mengemban amanah, seluruh tugas, wewang dan tanggung jawab. Sutarman pun meminta agar Badrodin segera melakukan konsolidasi dengan para internal Polri guna menjaga intergritas, kesolidan kesatuan dan menjaga profesionalitas kesatuan karena tantangan dan tuntutan tugas Polri yang semakin berkembang ke depannya.

"Jangan sampai kesatuan Polri diombang-ambing karena kekuatan-kekuatan politik. Karena saya menjaga marwah kepolisian negara RI ini untuk tidak terjun ke kanan kiri untuk kepentingan-kepentingan politik, tetapi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Sutarman di Mabes Polri, Rabu (21/1).

Karena, sambung Sutarman, peristiwa yang saat ini terjadi di tubuh Polri akan dicatat sebagai sejarah peristiwa bangsa Indonesia. Ia pun mengakui, pergantian kapolri ini telah menimbulkan berbagai persoalan di masyarakat.

"Saya harap di internal Polri tidak perlu terjadi persoalan, karena saya sejak awal dengan tulus dan ikhlas," ucapnya.

Sutarman menambahkan sejak dirinya duduk menjadi Kapolri, ia pun sudah langsung harus menyiapkan adik-adiknya untuk menggantikan dirinya. "Seperti yang telah saya katakan di forum pejabat utama, kapanpun saya diganti, saya rela," katanya.

Ia pun dengan terbuka menerima diskusi dan ikut membantu persoalan yang ada di Polri. "Saya tahu banyak tentang masalah di Polri, jadi kalau teman-teman mau tahu, silahkan diskusi, saya siap untuk banti selesaikan persoalan ini dengan baik," tuturnya.

Ia juga berpesan kepada para anggota Polri di daerah agar tetap dalam satu kesatuan Polri."Saya pesan ke teman-teman di Mabes dan daerah yang tidak tahu masalah banyak, jangan komentar banyak karena akan menimbulkan disintergrasi di internal kepolisian," tandasnya.

Pada Jumat lalu (16/1) lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan dua keputusan presiden terkait dengan Kepala Polri. Pertama, memberhentikan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Kedua, mengangkat Komisaris Jenderal Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri.

Pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri pilihan Jokowi ditunda hingga proses hukumnya selesai. Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi.

Jenderal Sutarman diberhentikan setelah menjabat Kepala Polri selama satu setengah tahun. Pencopotan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena mantan ajudan Presiden keempat Indonesia Abdurraham Wahid ini akan pensiun Oktober mendatang.



Artikel Terkait
» Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society
» Lagi-Lagi Oknum Polri Terbongkar Aibnya
» Kapolri Harus Mampu Memulihkan Nama Baiknya



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »