» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Intelijen
30-01-2015
Dubes AS Temui SBY di Cikeas, Tanda Jokowi Tak Lagi Dipercaya?

Pada Rabu (28/01/2015), ketika situasi sosial-politik di Tanah Air sedang kisruh, mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono lewat akun Instangram-nya mengunggah foto kedatangan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, HE Robert O Blake, ke Cikeas. Dalam keterangan foto itu, Ani Yudhoyono menulis kedatangan Blake untuk menjaga persahabatan kedua bangsa.


Yang menyenangkan dari foto tersebut, tuan rumah Susilo Bambang Yudhoyono tampak sangat menghargai tamunya. Itu terlihat dari setelan formal yang SBY kenakan, sama dengan formalitas pakaian yang juga dikenakan Blake dan rombongannya. Seakan, pertemuan tersebut adalah pertemuan kenegaraan resmi.

Apakah pembiacaraan mereka juga bersifat formal dan menyangkut hubungan dua negara? Apa yang sebenarnya dibicarakan? Tentu pembicaraannya tidak terlalu rahasia, mengingat yang hadir relatif banyak dan fotonya juga diunggah oleh Ani Yudhoyono ke ruang publik Instagram. Apakah benar pertemuan itu sekadar menjaga persahabatan kedua negara?

“Kedatangan Robert O Blake ke Cikeas sangat mengejutkan, apalagi pas 100 hari pemerintah Jokowi-JK. Bisa jadi, itu sinyal dari Amerika Serikat bahwa mereka kecewa dan tidak lagi percaya kepada Jokowi. Saya duga, Megawati, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh juga sangat terkejut dengan kunjungan Blake ke Cikeas itu,” kata pengamat kebijakan publik dari Jakarta Care, Chairuman, ketika diminta tanggapannya soal kunjungan Robert O Blake ke Cikeas itu seperti dikutip dari pribuminews.com Rabu (28/01/2015) kemarin.


Sumber :www.intelijen.co.id
Artikel Terkait
» Mengapa Megawati Paranoid Terhadap Intelijen?
» Mega Tidak Perlu Takut Dengan Badan Intelijen Negara (BIN)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »