» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump


Teknologi Informasi
21-02-2015
Serangan Hacker di Amerika Serikat
AS Hadapi Ribuan Serangan Hacker Setiap Hari

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menghadapi ribuan serangan siber setiap hari, sehingga melemahkan jaringan internet.


"Kami berhasil menangkal ribuan serangan siber setiap hari, dan kami melakukan itu dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah yang lain," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki seperti dikutip AFP.

Jubir AS tak mengungkapkan siapa para peretas yang sukses membobol sistem mereka pada November yang sampai kini. Dia mengakui serangan siber itu semakin canggih saja dari waktu ke waktu.

"Kami memiliki sistem keamanan yang kuat yang melindungi sistem komputer dan informasi kami yang termasuk akses ke sistem open-net rahasia," kata Psaki.

Seperti yang dilaporkan Wall Street Journal, tiga bulan setelah pembobolan bulan November yang memaksa Deplu mematikan jejaring email rahasianya, pemerintah tak bisa mengusir peretas dari sistem mereka.

Menurut sejumlah sumber, setiap waktu penyelidik menemukan tool peretas dan memblokirnya, para penyusup langsung memodikasi serangan untuk membobol pertahanan sistem.

Serangan itu punya kaitan dengan pemerintah Rusia dan para peretas yang menjebol email Deplu AS ada kaitannya dengan krisis di Ukraina, lapor The Journal.

Psaki menolak mengungkapkan rincian dengan hanya berkata, "kami bekerja setiap hari untuk menyerang balik serangan-serangan ini dan menempuh beberapa langkah."

Laporan The Journal disiarkan seminggu setelah Presiden Barack Obama memimpin pertemuan keamanan siber di Universitas Stanford dan menyeru Silicon Valley untuk menjadikan pemerintah sebagai sekutu dalam pertahanan ruang siber dari teroris, peretas dan mata-mata.

Obama juga menandatangani Kepres berbagi informasi ancaman siber antara pihak swasta dan pemerintah.  "Ini semestinya menjadi misi bersama," kata Obama seperti dikutip AFP. (TGR/ANT)

Caption Foto: Komando Dunia Maya Amerika Serikat (businessinsider.com.au)



Artikel Terkait
» Website PM Albania Diserang Hacker
» Putin: Internet Sebagai Proyek Khusus CIA
» Amerika Serikat : Mendayung Diantara Penyadapan Dan Kebocoran
» Hacker Indonesia Jebol Situs Badan Intelijen Australia
» Komputer Departemen Energi AS Diretas
» Iran Bantah Terlibat Serangan Cyber ke AS
» Bank AS Diserang Lewat Dunia Maya, Iran Dituding
» AS dan Kanada Kerjasama Keamanan Dunia Maya



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »