» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Amerika Latin
03-03-2015
Venezuela
Venezuela Perintahkan AS Tarik 80 Diplomat

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu menegaskan bawah Amerika Serikat ikut campur dalam urusan dalam negerinya. Imbasnya Venezuela memerintahkan agar AS menarik pulang lebih dari 80 diplomat dari misi diplomatik mereka dalam waktu dua minggu.


Lebih lanjut Maduro mengatakan warga negara AS yang mengunjungi Venezuela harus mengajukan visa dengan harga yang sama dengan tarif pengajuan visa bagi warga Venezuela yang hendak ke AS.

Maduro mengatakan Venezuela juga akan mengeluarkan daftar politisi yang dilarang masuk karena dianggap mendorong pelanggaran hak asasi manusia.

sedangkan Menteri Luar Negeri Deicy Rodriguez mengatakan AS bisa memutuskan mana dari 100 diplomat mereka yang akan ditarik.

Ia mengatakan tujuannya adalah mengimbangi dengan jumlah diplomati Venezuela di AS yaitu 17 orang.

Awal bulan ini, AS menerapkan pembatasan visa kepada sejumlah pejabat Venezuela yang dianggap melanggar HAM dan korupsi. (TGR/BBC)

Caption Foto: Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat berpidato (istimewa)



Artikel Terkait
» Pesan Presiden Venezuela untuk AS: Nyawa Digantikan Nyawa!
» Dicurigai Menghasut Kerusuhan, Venezuela Tangkap 58 Orang Asing
» Pro dan Anti-Pemerintah Venezuela Kembali Berdemo
» Oposisi Venezuela Tolak Berdialog Selesaikan Friksi Politik
» Venezuela Siap Berunding dengan AS
» Venezuela Dapat Pinjaman 5 Miliar dollar AS dari China
» Venezuela Tangkap 100 Pebisnis "Borjuis"
» Venezuela Usir Diplomat AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »