» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Tick News
05-03-2015
Insiden Penyerangan Terhadap Dubes AS
Dubes AS untuk Korsel Diserang Pria Berpisau

Mark Lippert, Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan terluka di wajah dan tangan tangan kirinya setelah diserang pisau oleh seorang pria di Seoul. Departemen Luar Negeri AS mengecam keras insiden itu.


Berdasarkan saksi mata mengatakan pelaku penyerangan adalah seorang lelaki berusia 55 tahun dengan sejarah aktivitas nasionalis militan, meneriakkan tuntutan agar Korea Utara dan Selatan bersatu.

Pelaku penyerangan kemudian dilumpuhkan oleh petugas keamanan dan ditahan.

Insiden yang terjadi saat Lippert sedang menghadiri pertemuan sarapan pagi. Ia dibawa ke rumah sakit dan dokter menyatakan luka yang ia derita tidak mengancam jiwanya.

Pasca insiden itu, Presiden Korea Selatan Park Guen-hye mengatakan insiden itu merupakan "serangan terhadap persekutuan Korea Selatan-AS."

Sedangkan Presiden AS Barack Obama telah menelepon Lippert dan menyampaikan simpatinya serta harapan agar ia segera sembuh, demikian dikatakan juru bicara Dewan Keamanan AS. (TGR/BBC)

Caption Foto: Duta Besar Amerika Serikat Mark Lippert untuk Korea Selatan terluka di wajah dan tangan tangan kirinya (AP)



Artikel Terkait
» Roket Amerika Serikat Meledak Saat Diluncurkan
» Penembakan di Pangkalan Militer AS, Satu orang Tewas
» Pangkalan Militer AL Amerika Serikat Jadi Sasaran Penembakan
» Helikopter Militer AS jatuh di Okinawa
» Obama Tunjuk Julia Pierson Jadi Direktur Dinas Rahasia AS
» Korsel Jabat Ketua DK PBB dibulan Februari



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »