» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Teknologi Informasi
11-03-2015
Peringkat Kecepatan Internet
Kecepatan Internet di Korsel Tercepat di Dunia, Indonesia?

Perusahaan riset yang berbasis di Jerman, Statista, merilis risetnya bahwa Korea Selatan memiliki peringkat kecepatan internet tercepat di dunia hingga kuartal ketiga 2014.
 


Lebih lanjut Statista mengatakan pengguna internet Korsel berselancar dengan kecepatan rata-rata 25,3 Megabits per detik (Mbps), 5,6 kali rata-rata kecepatan global.

Sedangkan Hong Kong berada di tempat kedua, diikuti Jepang, Swiss, Swedia, Belanda, dan Irlandia. Sementara Latvia, Republik Ceko, dan Singapura berada di jajaran sepuluh terakhir.

Pada Juli, tercatat 45,31 juta warga Korea Selatan menggunakan Internet, membuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang paling padat penduduknya di dunia di maya.

Cina menduduki tempat teratas dunia dalam hal populasi internet dengan 641,6 juta, diikuti Amerika Serikat dengan 280 juta, India 240 juta, Jepang 109 juta, dan Brasil 107.800.000.

Kecepatan Internet di Indonesia

Sedangkan berdasarkan laporan The State of Internet Akamai untuk kuartal pertama 2014, kecepatan rata-rata Internet di Indonesia mencapai 2,4 Mbps dan mencatatkan persentase peningkatan tertinggi dari sejumlah negara Asia Pasifik. Sementara untuk urusan keamanan, Indonesia tidak lagi menjadi yang terdepan sebagai sumber serangan.

Indonesia tercatat memiliki kecepatan rata-rata Internet 2,4 Mbps atau naik 46% ketimbang kuartal sebelumnya. Persentase pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi ketimbang negara-negara di kawasan yang sama.

Khusus untuk level Asia Tenggara masih berdasarkan laporan Akamai, Singapura masih memimpin dengan kecepatan rata-rata Internet mencapai 8,4 Mbps, diikuti oleh Thailand dan Malaysia.

Indonesia unggul ketimbang Filipina dan Vietnam, meski selisih kecepatan rata-ratanya tidak terpaut jauh. Khusus untuk penilaian High Broadband (kecepatan di atas 10 Mbps) dan Broadband (kecepatan di atas 4 Mbps), Indonesia juga mencatat persentase pertumbuhan masing-masing 135% dan 262%, meskipun secara jumlah masih jauh di bawah Singapura atau Malaysia.

Di segmen konektivitas mobile, ternyata hasil yang dicatat oleh Akamai untuk Indonesia tidak buruk. Konektivitas mobile secara rata-rata mencapai 2 Mbps. Angka ini sama dengan yang dicatatkan oleh Thailand dan tak terpaut jauh dengan Malaysia. Untuk urusan mobile, Korea Selatan yang sudah mengimplementasikan LTE-Advanced jauh meninggalkan negara-negara lain.

Untuk urusan sumber serangan, Indonesia yang sempat menjadi pusat perhatian beberapa waktu yang lalu karena tiba-tiba menyeruak ke posisi puncak kini kembali stabil di posisi ke-3 setelah Cina dan Amerika Serikat. Meskipun persentasenya naik sedikit ketimbang kuartal sebelumnya, jaraknya dengan kedua negara tersebut kembali memiliki margin yang signifikan. (TGR/KBS)

Caption Foto: Ilustrasi koneksi internet global (Istimewa)



Artikel Terkait
» AS Hadapi Ribuan Serangan Hacker Setiap Hari
» Korsel Keluarkan Peringatan 'Waspada' Krisis Dunia Maya
» Survei: Korsel Urutan Pertama Penggunaan Internet Mobile
» Agen Asing Berkeliaran di Lembaga Negara Indonesia
» Indonesia Minta Penjelasan Singapura-Korsel Soal Penyadapan
» Indonesia Dituduh Bantu China Sadap Australia
» Hacker Indonesia Jebol Situs Badan Intelijen Australia
» Pasukan Elektronik Suriah Bobol Sistem Infrastruktur Israel



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »