» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Amerika Latin
18-03-2015
Maduro Dapat Mandat Hadapi Ancaman Amerika

Dekrit bernama Pengaktifan Hukum Anti Imperialis untuk Perdamaian itu disahkan oleh Majelis Nasional pekan lalu dan berlaku Senin (16/3).


Lewat dekrit, Maduro bisa membuat UU pertahanan tanpa perlu persetujuan Parlemen sampai akhir tahun 2015, mengambil langkah cepat dalam mempertahankan integritas dan kedaulatan dari ancaman agresi imperialis.

Menurut Ketua Majelis Nasional, Diosdado Cabello dekrit akan memberi Maduro perangkat legal dan konstitusional dalam membela negara.

Dekrit semisal ini pertama kali diadopsi di Venezuela pada tahun 1961.

Sebagai langkah pertama melawan pengaruh Washington di negaranya, Maduro mengatakan sudah menyiapkan surat yang mengecam agresi terbaru Amerika terkait penetapan sanksi untuk 7 pejabat Venezuela.

Uni Negara Amerika Selatan (UNASUR) meminta Washington membatalkan sanksi itu.

Maduro juga mengumumkan bbahwa Aliansi Bolivarian untuk Amerika (ALBA) akan bertemu di Caracas hari ini membentuk front bersama anti Amerika dalam KTT Amerika yang akan digelar bulan depan di Panama.

Pihak oposisi Venezuela menentang dekrit dan menyebut dekrit sebagai upaya Maduro memperkuat kekuasaan presidensial dan mengalihkan perhatian publik dari krisis ekonomi yang mendera negara.

 

(Caption foto: Demo anti Amerika di Venezuela/Russia Today)


Sumber :www.islamtimes.org

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »