» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Tick News
13-04-2015
Kedubes Korsel di Libya Diserang Kelompok Bersenjata, Dua Orang Tewas

Kedutaan Besar Korea Selatan di ibu kota Libya, Tripoli, diserang kelompok bersenjata pada Minggu (12/4/2015) pukul 1 dini hari waktu setempat. Insiden itu membuat 2 orang polisi Lybia tewas dan 1 lainnya terluka.


Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel dan kantor berita Xinhua, sebuah kelompok bersenjata dengan menggunakan kendaraan menembakkan sekitar 40 butir peluru di depan Kedutaan Besar korsel dan mengenai 3 polisi Lybia yang berada di kantor penjaga.

Kelompok tersebut langsung melarikan diri setelah menyerang. Polisi yang ditembak langsung dipindahkan ke rumah sakit, namun 2 orang akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, warga Korsel termasuk 2 orang diplomat dan 1 orang administrasi yang bekerja di Kedutaan Besar Korsel diketahui selamat.

Menurut pegawai Kementerian Luar Negeri Korsel, masih belum diketahui apakah sasaran kelompok bersenjata tersebut ke Kedutaan Besar Korsel atau polisi Lybia.

Seperti yang diberitakan laman KBS, diperkirakan kelompok bersenjata yang menyerang Kedutaan Besar Korsel ini adalah militan Islamic State (IS). (TGR/KBS)

Caption Foto: Keduataan Besar Korea Selatan di Libya (timesofoman.com)



Artikel Terkait
» Dubes AS untuk Korsel Diserang Pria Berpisau
» Bentrokan Dua Pekan di Libya Tewaskan 97 Orang
» Kelompok Bersenjata Serang Gedung Parlemen Libya



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »