» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Tick News
18-04-2015
Afghanistan
Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 33 Orang

Serangan bom bunuh diri terjadi di kota Jalalabad di wilayah timur Afghanistan. Setidaknya 33 orang tewas dan 100 mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.


Kepala polisi setempat mengatakan, ledakan itu terjadi di luar sebuah bank ketika staf pemerintah dan personil militer menantikan gaji mereka.

Tidak ada kelompok yang menyatakan bertangggungjawab atas serangan itu, dan juru bicara kelompok Taliban mengatakan tidak terlibat.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyebut serangan bom bunuh diri ini sebagai "aksi teroris yang pengecut dan keji".

Polisi mengatakan, mereka menemukan bom lain di dekat lokasi kejadian dan berhasil diledakkan dalam kondisi terkontrol. Aksi bom bunuh diri ini dianggap yang terbesar di Jalalabad dalam beberapa bulan terakhir.

Ledakan lain juga dilaporkan terjadi di luar sebuah kuil di Jalalabad pada Sabtu pagi, tetapi dilaporkan tidak ada korban.

Kota Jalalabad sejak tahun lalu telah menjadi target serangan oleh kelompok Taliban.

Pada 10 April, kelompok Taliban melakukan serangan terhadap konvoi NATO di dekat bandara Jalalabad yang menewaskan tiga warga sipil. (TGR/BBC)

Caption Foto: Ilustrasi peta Jalalabad di Timur Afghanistan (bbc.co.uk)



Artikel Terkait
» Enam Orang Tewas Akibat Ledakan, Jelang Perundingan Keamanan AS-Afghanistan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »