» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump


Amerika Latin
07-05-2015
Chile
Presiden Chile Minta Menterinya Mengundurkan Diri

Presiden Chile Michelle Bachelet meminta semua menterinya untuk mengundurkan diri dan akan memilih kabinet baru dalam 72 jam berikutnya.


"Beberapa jam yang lalu saya meminta pengunduran diri semua menteri, dan dalam waktu 72 jam saya untuk memutuskan siapa yang akan tinggal dan siapa yang akan pergi," kata Bachelet.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Canal 13, Bachelet mengatakan perubahan itu diperlukan guna menggalakkan reformasi.

Jajak pendapat baru-baru ini menyebutkan, dukungan terhadap presiden Bachelet merosot di tengah serangkaian skandal politik.

Pada bulan Februari putranya mengundurkan diri sebagai Ketua lembaga amal pemerintah atas tuduhan penyalahgunaan pengaruh.

Putra Bachelet, Sebastian Davalos, dituding oposisi menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan pinjaman bank dalam jumlah besar untuk istrinya.

Langkah yang dilakukan Bachelet itu tak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Chili baru-baru ini.

Dalam laporan BBC, perombakan kabinet adalah hal umum, tapi bahwa seorang presiden membubarkan seluruh kabinetnya menunjukkan adanya gravitasi dari krisis yang ia hadapi.

Meski regulator perbankan nasional Chile telah membebaskan dirinya dari segala kesalahan, masalah tersebut menjadi skandal.

Bachelet selalu membela diri bahwa ia tidak mengetahui masalah ini, namun dalam sebuah wawancara televisi pada Rabu malam ia mengakui bahwa ia telah membuat "kesalahan penting" tidak kembali dari liburan atau segera mengomentari kasus ini.

Sejumlah wartawan melaporkan kepercayaan para politisi Chile dan elit bisnis juga telah terkikis oleh skandal pendanaan kampanye yang melibatkan politisi sayap kanan dan perusahaan keuangan terkemuka. (TGR/BBC)

Caption Foto: Presiden Chile Michelle Bachelet (theguardian.com)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »