» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Pendidikan
25-05-2015
Pendidikan Berkualitas Jadi Komitmen Utama Pemerintah

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung pendidikan berkualitas yang merata dan pembelajaran seumur hidup (ensure equitable quality education and lifelong learning), dalam penyusunan Agenda Pendidikan Global menyongsong tahun 2030.


Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan, di hadapan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, kepada sekitar 1500 peserta World Education Forum 2015 (WEF 2015) di Incheon, Repubulik Korea.

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman menyebutkan, World Education Forum merupakan forum yang diselenggarakan UNESCO bekerja sama dengan badan PBB lainnya terkait dengan masalah pendidikan, antara lain yaitu UNICEF, UNDP, UN Women, UNFPA, UNHCR, dan Bank Dunia.

Dalam acara World Education Forum 2015 di Incheon, Korea, Mendikbud mengatakan semangat, arah dan fokus agenda pendidikan global dianggap sejalan dengan salah satu cita-cita Indonesia sebagaimana tercantum Pembukaan UUD 1945 yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa."

Forum bertujuan untuk mencari posisi bersama di antara negara-negara anggota PBB dalam rangka penyusunan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Agenda Pembangunan Global menyongsong tahun 2030, yang salah satu targetnya termasuk bidang pendidikan. WEF 2015 dihadiri lebih dari 150 negara dengan lebih dari 130 pejabat tinggi setingkat Menteri.

Indonesia terpilih sebagai salah satu dari dua puluh satu negara yang dapat menyampaikan national statement terkait rencana Indonesia dalam menyusun agenda pendidikan nasional.

Secara khusus, pihak UNESCO mengundang Mendikbud menjadi panelis dalam diskusi paralel bertema "Operationalizing Lifelong Learning" untuk menjelaskan apa yang telah dan akan Indonesia lakukan dalam melaksanakan program pembelajaran seumur hidup.

Di sela-sela kegiatan World Education Forum, Mendikbud mengadakan pertemuan bilateral dengan pihak International Bureau of Education (IBE), World Bank, dan OECD, untuk membicarakan isu-isu pendidikan.

Dalam Forum ini delegasi Indonesia dipimpin Mendikbud, Anies Baswedan dengan anggota delegasi, antara lain, Kepala Biro PKLN Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta; Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kemdikbud, Ella Yulaelawati.

Selain itu Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud, Nizam; Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman; Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman.



Artikel Terkait
» Mengenal Ki Hajar Dewantara, Radikalis Penggemar Wayang
» Dies Natalis dan Wisuda ke-54 UPDM (B) Diwarnai Dengan Seminar Sehari
» Program Bela Negara, Yonif 400/Raider Gelar Jambore Pramuka
» Sekolah Ala Tan Malaka



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »