» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Kesehatan
02-06-2015
Bakteri Antrax
Terkait Pengiriman Bakteri Antrax, Menhan AS Meminta Maaf

Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, meminta maaf atas pengiriman sampel anthrax hidup tak disengaja ke pangkalan militer AS di Korea Selatan dan sebelas negara bagian AS dan Australia.


Berbicara kepada wartawan setelah kunjungan ke markas Angkatan Laut Vietnam di kota pelabuhan Hai Phong pada Minggu (31/5/2015), Carter mengatakan ia akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dan menahan mereka, seraya menambahkan Pentagon bekerja untuk membatasi segala konsekuensi pada kesehatan masyarakat dan mencegah kejadian di masa depan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan AS, Robert Work, juga telah memerintahkan kajian prosedur laboratorium komprehensif dengan menonaktifkan anthrax.

Pada pertemuan keamanan di Singapura, di Sabtu (30/5/2015), Carter menyampaikan permintaan maafnya kepada Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-koo, atas pengiriman salah satu sampelnya di Pangkalan Udara Osan. (TGR/KBS)



Artikel Terkait
» Tindakan Ceroboh Militer AS Kirim Bakteri Antrax yang Masih Hidup



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »