» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Pertambangan
04-06-2015
Freeport Ajukan Perpanjangan Kontrak 20 Tahun Lagi

Perusahaan tambang milik Amerika Serikat Freeport ingin mengajukan perpanjangan kontrak beroperasi selama 20 tahun lagi. Jika penambahan kontrak ini disetujui oleh Pemerintah, Freeport bisa menggali hasil bumi Papua hingga 2041 mendatang.


Menurut Pengamat pertambangan Disan Budi Santoro, seharusnya Pemerintah tidak memperpanjang kontrak dengan freeport karena hanya akan merugikan negara khususnya masyarakat lokal.

“Kontrak karya Freeport itu kecelakaan, jangan diulang. Kalau dia selesai 2021 ya selesai saja,” kata Disan dalam acara Talkshow Energi Kita bertajuk ‘Bersihkan Mafia Tambang dan Divestasi Freeport’ di Jakarta, Minggu (31/5/2015).

Disan menambahkan, Pemerintah jangan tergoda dengan tawaran perusahaan tambang Amerika itu yang akan membangunkan smelter untuk mendukung kebijakan hilirisasi Pemerintah. Disan juga mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati soal kepemilikan saham di freeport.

Mineral di Freeport Indonesia juga masih milik negara dan akan menjadi milik IUP jika perusahaan telah membayar kewajibannya kepada negara.

Disan melanjutkan, saat ini Pemerintah baru memegang 9% saham di perusahaan tambang yang berlokasi di Papua. Pada Oktober 2015, perusahaan harus menawarkan 10 hingga 20 persen sahamnya ke pemerintah.

“Lima tahun ke depan mau habis kok kita  beli sahamnya. Kalau kontraknya habis, artinya lima tahun ke depan nilai sahamnya nol, untuk apa dibeli?” tutur Disan.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono, perpanjangan kontrak perusahaan bisa diproses dua tahun sebelum kontrak berakhir.

“Masalah diberikan atau tidak itu hak pemerintah. Freeport Indonesia memang harus menawarkan saham ke pemerintah, tapi itu hak pemerintah untuk membeli atau menawarkan ke BUMN,” tandas Bambang.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa perpanjangan kontrak akan diputuskan sebelum 25 juli 2015 mendatang atau MoU amandemen tahap kedua. Sudirman Mengatakan bahwa PT. Freeport Indonesia telah berinvestasi sebesar US$ 17,3 miliar,sehingga butuh kepastian masa depan di Indonesia.

“Freeport tentu saja saya sering ngomong siapa pun investasi US$ 17,3 miliar akan butuh kepastian masa depan. Sebelum 25 Juli bisa diputuskan,” kata Sudirman.


Sumber :satunusanews.com
Artikel Terkait
» Freeport Terus Kembangkan Tambang Bawah Tanah
» Saat Freeport Terus Dapat Kemudahan
» Ekspor Mineral Mentah Distop, Bagaimana Nasib Freeport & Newmont?
» Freeport dan Newmont belum memurnikan konsentrat
» Dana Pensiun Swedia Tarik Aset Mereka dari Freeport
» Kondisi Pertambangan Indonesia Dalam Keadaan Darurat
» Freeport Langgar UU, Pemerintah Diminta Putus Kontrak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »