» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Kesehatan
05-06-2015
Bakteri MERS
Empat Pasien MERS di Korsel Meninggal, Kini Lima Pasien Baru Muncul

Markas Bantuan Penanggulangan MERS Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengatakan empat pasien MERS di Korea Selatan meninggal dan lima pasien baru muncul.


Pasien yang meninggal dunia adalah seorang pasien MERS berusia 76 tahun, yang pada 21 Mei diklasifikasikan sebagai pasien MERS potensial.

Markas bantuan penanggulangan MERS juga menyatakan kini muncul 5 pasien baru dan mereka adalah pasien yang pernah mengunjungi atau dirawat di rumah sakit yang dikunjungi pasien yang diklasifikasikan sebagai pasien MERS potensial.

Di antaranya adalah seorang pasien berusia 45 tahun dan anggota pasukan Angkatan Udara. Ia menjadi pasien MERS potensial pertama di tubuh militer. Hingga kini, sudah 164 prajurit yang diisolasi pihak militer.

Meningkatnya jumlah pasien MERS kemungkinan karena mutasi virus MERS di Korsel. Pusat Penelitian Kesehatan Nasional akan mengumumkan hasil pemeriksaan gen paling cepat tanggal 5 Juni.

Sebelumnya, lebih dari 1.100 TK dan SD ditutup sementara akibat kecemasan terhadap MERS.

Kementerian Pendidikan mengatakan sekitar 1.100 TK dan SD di seluruh Korea Selatan ditutup sementara, termasuk 760 sekolah di daerah Gyeonggi.

Sekolah-sekolah itu diliburkan hingga 5 Juni dan kebanyakan sekolah akan menetapkan perpanjangan libur sementara itu pada akhir pekan ini. (TGR/KBS)

Caption Foto: Ilustrasi penanganan pasien MERS di Korea Selatan (voaindonesia.com)



Artikel Terkait
» Korban Kasus MERS di Arab Saudi Bertambah
» Ini Himbauan Pemerintah Indonesia atas Pencegahan Penyebaran Virus MERS
» Sudah Lebih dari 100 Orang Meninggal Dunia Akibat Virus MERS di Saudi
» WHO Khawatir Korban Virus MERS Makin Meningkat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »