» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Kejahatan Transnasional
05-06-2015
Imigran Gelap
Media Lokal: Papua Nugini Deportasi 150 Imigran Gelap ke Indonesia

Media lokal di Papua Nugini (PNG) pada Jum'at (5/6/2015) melaporkan, pemerintah PNG telah mendeportasi 150 imigran gelap dari Provinsi West Sepik ke Indonesia. 


Raphael Tungla Kanselir Desa Wutung di Provinsi West Sepik, di perbatasan antara PNG dan Indonesia, mengatakan kepada Post Courier, bahwa semua pendatang itu telah bekerja di satu perusahaan minyak kelapa tanpa izin yang memadai selama dua tahun.

"Kebanyakan orang Asia telah memasuki negeri ini sebagai wisatawan dan seringkali ditemukan menjadi imigran gelap yang dibawa ke PNG untuk melakukan pekerjaan yang tak bisa dikerjakan oleh warga PNG," kata Tungla, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat siang.

Tungla mengatakan warga negara PNG ingin tindakan keamanan yang efektif dan tepat dilakukan untuk memperkecil penyelundupan barang dan senjata api serta menghentikan penyelundupan manusia melalui perbatasan.

Pada Mei, Jaksa Agung PNG Ano Pala berusaha memperoleh pengesahan satu kesepakatan ekstradisi antara PNG dan Indonesia guna membantu dihukumnya penjahat lintas-perbatasan. (TGR/ANT)

Caption Foto: Ilustrasi peta perbatasan RI-Papua Nugini (istimewa)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »