» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Kesehatan
07-06-2015
Virus MERS
Otoritas Kesehatan: Virus MERS di Korsel Tidak Bermutasi

Otoritas kesehatan Korea Selatan pada Sabtu (6/6/2015) menegaskan bahwa virus MERS di Korsel belum bermutasi dari bentuk aslinya di Timur Tengah, seraya mengutip kedekatan deret genetik identik.


Konfirmasi itu sekaligus membantah spekulasi bahwa virus yang melanda Korsel telah bermutasi menjadi lebih mudah menular dibandingkan virus yang pertama kali dilaporkan di negara-negara seperti di Arab Saudi.
 
Pada pengarahan yang berlangsung Sabtu, Markas kontrol MERS di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengeluarkan hasil tes yang dilakukan Institut Kesehatan Nasional Korea Selatan.
 
Lembaga ini mengekstrak virus corona dari pasien MERS kedua untuk menganalisis deret genetik dari infeksi itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,55 persen deret tersebut identik dengan virus MERS (bernama 'JX869059') yang diawetkan di Institut Kesehatan Nasional AS yang diambil dari pasien Arab Saudi pada tahun 2012.
 
Sedangkan seorang pejabat kesehatan di Seoul mengatakan, iklim Korsel tampaknya lebih menguntungkan bagi virus. Dikatakan ada kemungkinan terjadi mutasi selama penyebaran, tetapi dalam kajian virologi, virus saat ini identik dengan salah satu yang dilaporkan di Timur Tengah. (TGR/KBS)



Artikel Terkait
» Empat Pasien MERS di Korsel Meninggal, Kini Lima Pasien Baru Muncul
» Korban Tewas Akibat MERS di Saudi Jadi 282 Orang
» Korban Kasus MERS di Arab Saudi Bertambah
» Ini Himbauan Pemerintah Indonesia atas Pencegahan Penyebaran Virus MERS
» Sudah Lebih dari 100 Orang Meninggal Dunia Akibat Virus MERS di Saudi
» WHO Khawatir Korban Virus MERS Makin Meningkat
» Virus MERS Serang Saudi Arabia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »