» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Afrika
18-06-2015
14 tewas dalam bentrok antar-suku di Kenya

Sedikitnya 14 orang tewas dalam bentrokan baru antar-suku dua hari belakangan di wilayah Mandera, bagian timur-laut Kenya, kata beberapa pejabat pada Rabu (17/6).


Wakil Komisaris Samuel Mwati mengatakan sembilan orang tewas sekitar pukul 06.00 waktu setempat di satu desa terpencil di daerah Malka-Mari setelah penyerang bersenjata berat menyerbu desa tersebut.

"Mereka tewas di Desa Chiriko di Sub-Kabupaten Banisa. Kami tidak mengenali para penyerang itu, tapi mungkin itu adalah tindakan balas-dendam," kata administratur pemerintah.

Pada Selasa (16/6), lima orang dari satu keluarga dibunuh di satu desa perbatasan oleh beberapa pria bersenjata yang diduga berasal dari suku pesaing, Degodia.

Keluarga yang meninggalkan Desa Elmole di Sub-Kabupaten Banisa beberapa hari sebelumnya untuk mencari ladang rumput dan air buat ternak mereka itu tewas di Desa Wari Walo, sekitar 10 kilometer dari perbatasan Kenya.

"Ini kemunduran bagi warga untuk bertikai saat ini, ketika negara, dan terutama wilayah Mandera, menghadapi ancaman dari musuh bersama; Ash-Shabaab. Kami mendesak semua warga yang sedang bertikai mengendalikan diri," kata Mwati sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.

Mandera, yang dicabik serangan peledak kelompok fanatik Ash-Shabaab yang berpangkalan di negara tetangganya yang porak-poranda akibat pertempuran, Somalia, dan pertempuran suku yang tak kenal henti antara etnik minoritas Degodia dan suku mayoritas Garre, telah menghadapi suasana cukup tenang dalam beberapa bulan terakhir.


Sumber :www.antaranews.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »