» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Kesehatan
13-07-2015
PBB Janjikan $3,4 Miliar untuk Basmi Ebola di Afrika Barat

Perserikatan Bangsa-Bangsa berjanji memberikan sekitar $3,4 Miliar atau sekitar Rp50 Triliun untuk membantu Liberia, Sierra Leone, dan Guinea membasmi dan menanggulangi wabah virus Ebola di negara-negara Afrika Barat.


PBB menyatakan $3,2 miliar dibutuhkan untuk mendukung rencana pemulihan tiga negara tersebut, yang hancur akibat penyakit demam berdarah mematikan itu guna dua tahun ke depan.

Sementara itu, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengatakan $4 miliar dibutuhkan untuk membantu penanganan ebola di daerah terpencil.

Kepala Program Pembangunan PBB Helen Clark mengatakan dana awal itu adalah sebagian, yang akan disediakan selama ini, untuk pemulihan Ebola senilai lebih dari $5 miliar yang ia sebut sebagai awal baik dalam membasmi ebola.

Selain itu, Presiden Ellen Johnson Sirleaf juga meminta kepada donor internasional untuk membatalkan utang negara-negara Afrika Barat.

“Dunia secara keseluruhan memiliki saham yang besar untuk bersama-sama menanggapi ancaman global ini. Penyakit ini seperti terorisme, tidak mengenal batas-batas nasional,” kata Johnson Sirleaf dalam konferensi pemberian bantuan tersebut seperti dilansir Antara, Sabtu (11/7).

Wabah Ebola terjadi pertama kali di Guinea pada Desember 2013 dan telah menewaskan lebih dari 11.200 orang di seluruh Afrika Barat.

Ebola kembali muncul di Liberia pekan lalu, hampir dua bulan setelah itu dinyatakan bebas dari virus. Sementara itu Guinea dan Sierra Leone masih berjuang untuk menghilangkan wabah tersebut.

“Ancaman ini akan berakhir apabila kita membangun kembali sektor kesehatan, sampai kita membangun kembali mata pencaharian di bidang pertanian yang terganggu, sampai kita menopang pendapatan pemerintah yang kering, dan sampai kita menghidupkan kembali sektor swasta yang telah tercekik,” kata Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma dalam konferensi PBB.

Bantuan terbesar untuk penanganan wabah ebola tersebut antara lain 381 juta dolar AS dari Inggris, 266 juta dolar AS dari Amerika Serikat, 650 juta dolar AS Bank Dunia, 220 juta dolar AS dari Jerman, 500 juta dolar AS dari Uni Eropa, 745 juta dolar AS dari African Development Bank, dan 360 juta dolar AS dari Bank Pembangunan Islam.

“Kita belum bisa bernapas lega. Sebaliknya, mari kita bersama-sama mengambil napas dalam-dalam dan memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Jumat.


Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »