» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Pendidikan
16-07-2015
Menlu dan Mendikbud Tandatangani Peraturan Bersama Terkait Pendidikan Indonesia di Luar Negeri

Menteri Luar Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tandatangani Peraturan Bersama mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri, Selasa (14/7/2015).


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan penandatanganan Peraturan Bersama kali ini merupakan milestone yang bisa menjadi acuan bagi pengelolaan pendidikan Indonesia di luar negeri yang lebih baik. "Kesepakatan ini bisa mencerahkan masa depan ratusan ribu anak Indonesia di luar negeri," ujarnya.
 
Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Maka dari itu, sekolah Indonesia di luar negeri dapat menjadi vocal point, corong kebudayaan Indonesia di luar negeri. Layanan pendidikan diperluas, bukan pendidikan formal saja, namun juga nonformal.
 
"Bukan sekadar anak-anak. Anak-anak adalah wajah masa depan Indonesia," lanjut Anies.
 
Sementara itu, Menlu Retno Marsudi menegaskan, arti penting dari penandatanganan Peraturan Bersama ini adalah cermin dari kehadiran negara dalam menjamin pendidikan. Pemerintah akan memastikan anak Indonesia di luar negeri mendapatkan pendidikan yang layak.
 
"Saya prihatin. Banyak anak Indonesia di luar negeri belum mendapat fasilitas pendidikan yang layak. Saat itu juga saya langsung menghubungi Pak Anies," ujar Retno, mengingat pengalamannya saat berkunjung ke Community Learning Centre (CLC) di Malaysia beberapa waktu yang lalu.
 
Retno juga setuju bahwa pendidikan di luar negeri dapat menjadi media untuk memperkokoh kebudayaan Indonesia. Jangan sampai anak-anak yang berada di luar negeri kehilangan rasa budaya dan kebangsaan mereka sebagai anak Indonesia.
 
Selama ini, pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan Indonesia di luar negeri diatur oleh Keputusan Bersama Menlu dan Mendikbud tentang Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Keputusan Bersama ini ditandatangani pada 22 Januari 1981, lebih dari 30 tahun yang lalu.
 
Kapusdiklat Kemlu, Soehardjono Sastromihardjo, mengungkapkan, "Beberapa tantangan dan kendala di lapangan kerap timbul akibat kurang update-nya peraturan dalam Keputusan Bersama tersebut."
 
Penandatanganan Peraturan Bersama ini merupakan komitmen bersama antara Kemlu dan Kemendikbud untuk dapat semakin memantapkan koordinasi dan kerja samanya dalam mengemban misi mulia perlindungan pendidikan bagi segenap Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri, sebagaiman diamanatkan oleh UUD 1945.
 
Harapannya, penandatanganan Peraturan Bersama ini akan meningkatkan kualitas sekolah Indonesia di luar negeri, termasuk apresiasi dan pengembangan kompetensi guru, serta penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana. (TGR/Kemlu)

Caption Foto: Menlu Retno L.P Marsudi dan Mendikbud Anies Baswedan (kemlu RI)



Artikel Terkait
» Pendidikan Berkualitas Jadi Komitmen Utama Pemerintah
» Sekolah Ala Tan Malaka
» Indonesia Peringkat ke 28 di Dunia dalam Kemampuan Berbahasa Inggris
» Membangun Potensi Pendidikan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »