» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


BUMN
11-09-2015
Masalah Utama di Priok, Bagaimana Clearence Document Bisa Dipercepat
Penulis : Kholid Novianto, Peneliti Sosial-Ekonomi

Semalam saya denger wawancara metroTV dengan Rizal Ramli (RR). Kesan saya, RR memang dengan sengaja menyerang JK. Sebagian besar ide-idenya  JK dan Rini diserang habis. Disitu saya bener-benar melihat RR sebagai pengamat dan bukan anggota kabinet.


Ketika menguraikan kebijakannya soal Tanjung Priok, menurutku sih aneh, terutama menyangkut pelabuhan Tanjung priok. Terkesan kuat dia pengen bikin gebrakan.Sayangnya, substansi masalah Tanjung  Priok sepertinya belum dipahami dengan benar. Dengan bersemangat dia pengen mengurangi dweling time Tanjung  Priok dengan cara bangun kereta api sampai pelabuhan.

Sambil menyerang Lino yang mengubur rel di pelabuhan. Menurut RR, dengan bangun rel di pelabuhan persoalan dweling time bisa dipangkas. Dari sini saja saya agak ragu. RR mungkin membayangkan Tanjung Priok seperti pelabuhan di amerika dimana sebagian besar petikemas diangkut dengan kereta.

RR juga dengan jelas pengen Tanjung Priok seperti Singapore dimana proses bongkar muat cepat.

Yang tidak disadari RR Tanjung  Priok beda dengan Singapore dan Amerika. Singapore adalah pelabuhan transhipment. Sebagian besar muatan hanya berpindah dari satu kapal ke kapal lain.

Sedangkan Tanjung Priok adalah pelabuhan akhir, dimana muatan dibongkar sepenuhnya dan Kapal lalu menunggu proses memuat barang baru yang akan diangkut dengan tujuan berbeda. Jadi sudah jelas pelabuhan transhipment jauh lebih cepat waktu bongkar muatnya dibandingkan dengan pelabuhan akhir. Dweling time jelas lebih cepat Singapore dibanding Priok sebagai pelabuhan akhir. Jadi sangat tidak relevan membandingkan Singapore dengan  Tanjung  Priok.

Amerika adalah negara benua, sebagian besar pengangkutan lewat darat. Sangat wajar apabila rel kereta dibangun mulai dari pelabuhan di LA sampai NY yang jaraknya ratusan kilometer. Bagaimana dengan Tanjung Priok? Sebagian besar tujuan petikemas di Tanjung  Priok sebenarnya tidak  jauh. Jabodetabek adalah tujuan utama. Paling jauh Bandung atau jateng bagian barat.

Kalau petikemas diangkut dengan kereta dengan tujuan Jabodetabek jelas tidak efesien. Karena ada dua kali bongkar muat. Di pelabuhan dan stasiun tujuan. Kedua,  stasiun tujuan juga belum di desain sebagai stasiun petikemas yang modern dengan kapasitas besar. Paling banter stasiun Bandung. Coba apa ada stasiun petikemas di Tangerang dan bekasi. Nah dengan jarak yang pendek, truk sebenarnya tetap efesien karena hanya sekali proses bongkar muat dibandingkan kereta.

Nah, saya tidak membayangkan kalau RR memaksakan gagasanya membangun kereta pelabuhan untuk ngangkut petikemas itu. Pasti pengusaha kembali mengeluh karena harus nanggung dua kali bongkar muat.

Kalau saya jadi RR jauh lebih baik menambah mobile crane (alat untuk memindahkan petikemas dari kapal ke daratan) dan memperdalam kolam. Kalau itu dilakukan akan sangat membantu mempercepat bongkar muat dibandingkan bangun rel kereta.

Saya tidak tahu kenapa RR memfokuskan masalah bongkar muat (lama waktu bongkar muat ini disebut dweling time, sedangkan waktu tunggu di luar dermaga disebut boarding time) padahal masalah utama di Priok itu sebenarnya clearance dokumen yang makan waktu lama dibandingkan bongkar muat. Pengurusan dokumen inilah yang menjadi ladang korupsi dan bikin proses jadi lama, karena terkait dengan banyak instansi. Jadi, yang mendesak itu justru bagaimana proses clerance dokumen bisa lebih cepat. Katakanlah sehari. Sehari kemudian proses bongkar muat yang sudah dilengkapi mobile crane yang canggih sehingga bisa cepat.




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »