» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Kejahatan Transnasional
16-09-2015
Perdagangan Manusia
Indonesia dan UAE Tanda Tangani Perjanjian Pencegahan dan Perlindungan Korban Perdagangan Manusia

Indonesia dan UAE Tanda Tangani Perjanjian Pencegahan dan Perlindungan Korban Perdagangan Manusia Indonesia dan UAE menandatangani MOU on Cooperation in Combating Trafficking in Persons and Protection of Victims of Trafficking, di Abu Dhabi. Penandatangan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi, dan Menteri Luar Negeri UAE, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Abu Dhabi.


Kedua negara menyepakati kerja sama dalam bidang penegakan hukum untuk mencegah perdagangan orang melalui deteksi dini, investigasi dan penuntutan. Selain itu, dalam MoU juga disebutkan mengenai perlindungan, rehabilitasi dan bantuan termasuk repatriasi kepada korban perdagangan orang.

Dalam MoU terdapat pula poin tentang peningkatan kapasitas dan langkah pencegahan. Penandatangan MoU ini diharapkan dapat mengurangi angka korban perdagangan manusia, mengingat latar belakang utama pembuatan MoU adalah meningkatnya tren WNI yang menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Sebagai negara hub utama penerbangan ke Timur Tengah dan Afrika Utara, MoU Indonesia-UAE akan membantu upaya Indonesia untuk mencegah dan menangani kasus WNI korban TPPO di wilayah tersebut,” tegas Menlu Retno.

UAE juga merupakan satu diantara negara di GCC (Gulf Cooperation Council) yang sangat serius menangani isu TPPO dalam kerangka implementasi provisi Palermo Protokol. Sebagai sesama negara pihak pada protokol tersebut, adalah kewajjban kedua negara untuk memperkuat kerja sama internasional dalam berbagai aspek penanganan human trafficking. Sebagai informasi, jumlah WNI yang tinggal di PEA adalah sekitar 80.000 orang dan 72.000 di antaranya adalah pekerja informal. (TGR/KLRI)



Artikel Terkait
» Media Lokal: Papua Nugini Deportasi 150 Imigran Gelap ke Indonesia
» RI-Timor Leste Tegaskan Komitmen Perangi Kejahatan Trans Nasional
» Australia Akhiri Kebuntuan Pencari Suaka dengan Indonesia
» Kerja Sama dalam Penanganan Kejahatan Transnasional Perkuat Hubungan Bilateral RI-Kanada



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »