» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Teknologi Nuklir
22-09-2015
Indonesia-Amerika Serikat
Indonesia-AS Tandatangi Perjanjian Keselamatan Nuklir

Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian kerjasama di bidang keselamatan nuklir (16/9/2015). Kedua negara telah menyepakati untuk melakukan pertukaran informasi, penelitian bersama di bidang keselamatan nuklir serta pelatihan SDM.


Penandatanganan perjanjian ini berlangsung di sela-sela Sidang Umum International Atom Energy Agency ke-59 di Wina. Indonesia diwakili oleh Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Indonesia (BAPETEN), Jazi Eko Istiyanto, dan AS diwakili oleh Kepala Komisi Pengawas Nuklir Amerika Serikat (USNRC), Stephen G. Burns.

Personel BAPETEN nantinya akan mendapatkan pelatihan dari USNRC secara langsung di AS mengenai sistem pengoperasian dan konstruksi reaktor nuklir serta pengendalian radiasi. Kedua pihak juga sepakat untuk saling tukar menukar informasi terkait peraturan keselamatan, tenaga manajemen limbah, keselamatan radiologi, dan dampak lingkungan dari fasilitas nuklir.

Perjanjian ini merupakan perpanjangan keempat atas perjanjian yang sama yang pertama kali ditandatangani antara BATAN dan USNRC pada 28 Oktober 1992, dan kemudian ditindaklanjuti dengan perpanjangan setiap lima tahunnya oleh BAPETEN dan USNRC.

Menurut Kepala BAPETEN, kerjasama dengan USNRC akan membawa manfaat positif bagi Indonesia. Pengembangan teknologi nuklir yang telah maju di AS nantinya diharapkan mampu menjadi salah satu rujukan bagi pengembangan di Indonesia.

Dalam waktu dekat BAPETEN akan mempersiapkan program kegiatan pelatihan serta anggaran guna memfasilitasi pelatihan SDM ke AS. (TGR/PTRI Wina)

Caption Foto: Penandatangan Perjanjian Keselamatan Nuklir Indonesia-AS (Kemlu RI)

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »