» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Afrika
03-10-2015
Dua Ledakan Hantam Ibukota Nigeria
Dua ledakan mengguncang ibukota Nigeria, Abuja, pada Jumat malam. Akibat ledakan yang terjadi secara bersamaan itu, sejumlah orang tewas dan mengalami luka-luka.

Menurut pejabat Badan Darurat Nigeria, dua ledakan tersebut terjadi di Nyanya dan Kuje yang merupakan kota di sekitar ibukota Abuja. Ia mengatakan, ledakan tersebut telah mengakibatkan sejumlah penduduk tewas dan mengalami cedera. Namun, ia tidak mengungkapkan jumlah korban yang tewas, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Sabtu (3/10/2015).
 
Hingga kini belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kendati begitu, kuat dugaan kelompok Boko Haram berada di balik aksi tersebut. Boko Haram selama ini kerap melakukan aksi di timur laut negara itu, namun mereka juga terkadang menyerang kota lain.
 
Boko Haram, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, telah melakukan pemberontakan selama enam tahun. Dalam rentang waktu itu, hampir 20.000 orang tewas dan 1,4 juta warga mengungsi. Di sisi lain, sedikitnya 1.000 orang tewas sejak Muhammadu Buhari menjabat Presiden Nigeria awal tahun ini dengan janji memusnahkan para pemberontak.

Sumber :sindonews.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »